Monday, May 21, 2012

Patut Direnungkan

PATUT DIRENUNGKAN

1 pohon dpt bikin jutaan batang korek api,
tapi 1 batang korek api dpt bakar jutaan pohon.

Jadi......
1 pikiran negatif dpt mbakar smw pikiran positif.

Korek api mpunyai kepala,
tapi tdk mpunyai otak,
oleh krn itu setiap kali ada gesekan kecil,
sang korek api langsung terbakar.

Kita mpunyai kepala, dan juga otak,
jadi kita tdk perlu kebakaran jenggot hanya krn gesekan kecil,
jadi dgn gunakan otak,
kita dpt kurangi stress.

Ktk burung hidup,
ia makan semut.

Ketika burung mati, semut makan burung.

Waktu trs berputar sepanjang jaman.
Siklus kehidupan trs berlanjut.

Jgn rendahkan siapapun dlm hidup. Tapi kita harus tunjukkan penghargaan pd org lain,
bukan krn siapa mereka,
tapi krn siapakah diri kita sendiri.

Kita mungkin berkuasa tapi waktu lebih berkuasa daripada kita..

Waktu kita sedang jaya, kita mrasa byk teman di Sekeliling kita, kita PD melakukan apa saja.

Waktu kita tak berdaya, baru kita sadar siapa saja sahabat sejati kita.

Tapi waktu kita down, kita baru sadar selama ini siapa saja teman yg hanya mperalat kita...

Waktu kita sakit,
kita baru tahu bhw sehat itu sgt penting, jauh lebihi harta.

Saat kita miskin, kita baru tahu jadi orang hrs byk MEMBERI / BERBAGI dan saling membantu.

Ketika kita tua,
kita baru tahu kalau masih byk yg blm dikerjakan.

Dan, setelah di ambang ajal,
kita baru tahu ternyata begitu byk waktu yang terbuang sia2.

Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama² membuat

HIDUP LEBIH BERHARGA:

Saling menghargai
Saling membantu dan memberi
Saling mendukung
Jadilah teman setia tanpa syarat
Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman / memaksa seseorang melakukan suatu hal yg menyimpang tuk kepentingan pribadi kita,

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, April 13, 2012

Persembahkan yang Terbaik

Cerita yang cukup bagus, IKHLAS untuk memberikan yang terbaik.

Seorang tukang yang telah bekerja puluhan tahun dan ingin pensiun.

Ketika ia pamit, kontraktor yang mempekerjakannya memintanya membuatkan sebuah rumah lagi.
Si tukang yang sudah sangat ingin pensiun, tak begitu senang mendapat tugas terakhir ini. Maka, ia bekerja setengah hati. Ia tak sungguh-sungguh memilih material maupun mengerjakan bagian-bagiannya. Pokoknya ia ingin segera selesai dan bebas tugas. Maka, rumah itu tak memiliki kualitas terbaik yang sebenarnya bisa ia berikan.

Begitu rumah itu jadi, segera ia serahkan kuncinya kepada si kontraktor. Namun, si kontraktor mengembalikannya lagi kepada si tukang, dengan ucapan, "Terimalah, rumah ini adalah hadiah untukmu dan keluargamu." Betapa menyesal si tukang, sebab jika ia tahu rumah itu akan ia tempati, pasti ia membangunnya dengan cara yang sangat berbeda!

Kehidupan yang kita bangun tiap-tiap hari, ibarat rumah yang kelak akan kita tinggali. Maka bahan dan cara yang kita pakai saat membangun, merupakan tanggung jawab dan pilihan pribadi kita. Pertanyaannya, sudahkah kita selalu memberi pemikiran terbaik, usaha terbaik, serta keputusan terbaik dan ikhlas ketika membangun hidup ini, sehingga kita mencapai tujuan yang dikehendaki..

HIDUP MENCAPAI TUJUAN TERBAIK KETIKA HATI MAU MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK..

Have a great holiday...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, April 5, 2012

Siapa yang Teman Sejati?

Ada sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
"Pohon yang subur, engkau terlihat indah dengan buah-buah pohon ini."
Pohon setelah mendengar pujian tersebut berkata kepada burung jalak, "Teman, tinggallah ditempat saya!."

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, "Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus"
Pohon berkata kepada burung kenari ini, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"

Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk, burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat..."

Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!", burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.

Akhirnya dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yang bernyanyi dan memuji kita belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan kita, juga bisa membantu kita, itulah teman sejati."
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, November 25, 2011

"Have a nice weekend". ~ARTI HIDUP~

Seorg professor berdiri di dpn kelas filsafat.
Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dgn bola2 golf.
Kemudian berkata kpd murid2nya, apakah toples sudah penuh...... ?
Mereka setuju !!!!

Kemudian dia menuangkan batu koral ke dalam toples, mengguncang dgn ringan. Batu2 koral mengisi tempat yg kosong di antara bola2 golf.
Kemudian dia bertanya kepada murid2nya, apakah toples sdh penuh ??
Mereka setuju !!!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples ...
Tentu saja pasir menutupi semuanya.
Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh..??.
Murid , "Yes"...!!

Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dlm toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa....

"Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu."
"Bola2 golf adalah hal yg penting; Tuhan, keluarga, anak2, kesehatan."
"Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu2 koral adalah hal2 lain, spt pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal2 yg sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dlm toples, maka tidak akan tersisa ruangan utk batu2 koral ataupun utk bola2 golf..
Hal yg sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal2 yang sepele, kalian tidka akan mempunyai ruang untuk hal2 yang penting buat kalian."
"Jadi Beri perhatian untuk hal2 yg penting untuk kebahagiaanmu.
"Bermainlah degan anak2mu."
"Luangkan waktu untuk check up kesehatan."
"Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam"
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola2 golf. Hal2 yang benar2 penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya."

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya."
"Itu utk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat utk secangkir kopi bersama sahabat"

Life is never flat... Simplify your life...
Warm regards,
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, October 21, 2011

​‎​"KITALAH SANG PENENTU"

Dua org ibu memasuki toko pakaian membeli baju seragam anaknya.

Ibu 1 bernama D, Ibu 2 bernama H.

Ternyata pemilik tokonya lagi bad mood shg tdk melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tdk sopan dgn muka cemberut.

Ibu pertama( D )jelas jengkel menerima layanan yg buruk seperti itu. Yg mengherankan, ibu kedua( H )tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kpd penjualnya.

Ibu pertama( D ) bertanya, "Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pd penjual menyebalkan itu?"

Lantas dijawab, "Mengapa saya harus mengizinkan dia menentukan caraku dlm bertindak? Kitalah sang penentu atas hidup kita, bukan org lain."

"Tapi ia melayani dengan buruk sekali," bantah Ibu pertama( D ).

"Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tdk sopan, melayani dengan buruk; toh tidak ada kaitan dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita," jelas Ibu kedua( H ).

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan org lain kpd kita. Kalau org melakukan hal buruk, kita akan membalasnya dgn hal yg lebih buruk lagi. Dan sebaliknya.

Kalau org tdk sopan, kita akan lebih tdk sopan lagi. Kalau org lain pelit terhadap kita, kita yg semula pemurah tiba2 jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dgn org tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan org lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Mengapa utk berbuat baik saja, saya harus menunggu diperlakukan dgn baik oleh org lain dulu?

Jaga suasana hati, jgn biarkan sikap buruk org lain sampai menentukan cara kita bertindak! Kitalah sang penentu yang sesungguhnya! :).
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, July 30, 2011

Bekas Sujud, Tak Sekadar Tanda Kehitaman di Dahi

REPUBLIKA.CO.ID
18 Juli 2011 13:30
Bekas Sujud, Tak Sekadar Tanda Kehitaman di Dahi

Oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail


Diriwayatkan dari Rabi'ah bin Ka'b bahwa ia berkata, "Aku menginap bersama Nabi SAW dan membantu beliau untuk menyiapkan air wudhunya dan kebutuhan lainnya." Kemudian, Rasulullah bersabda, "Mintalah sesuatu kepadaku." Aku menjawab, "Aku mohon agar bisa menemanimu di surga." Beliau menjawab, "Bukan lainnya?" Aku berkata, "Hanya itu saja. Lalu, Nabi SAW bersabda, "Bantulah aku untuk dirimu dengan memperbanyak sujud." (HR Ahmad, Muslim, An Nasai, dan Abu Daud).

Hadis ini menganjurkan kita untuk memperbanyak sujud, ruku, dan mendirikan shalat wajib ditambah dengan tathawwu' (shalat sunat) bila kita ingin masuk surga.

Sujud merupakan ibadah istimewa dalam Islam, karena merupakan salah satu rukun shalat dengan cara meletakkan tujuh anggota badan di atas tanah (muka, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki). Posisi demikian mencerminkan sikap merendah di hadapan keagungan Ilahi. Allah menegaskan, "Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)." (QS Al-'Alaq: 19).

Sujud akan menanamkan ketawadhuan dalam diri kepada sesama manusia dan memancarkan sinar keimanan dan kelembutan melalui wajahnya. Inilah bekas sujud yang diharapkan sebagai amalan penolong masuk surga.

Mi'dan bin Abi Tholhah berkata, "Aku bertemu Tsauban, budak Rasulullah SAW." Lalu, dia bertanya, "Beritahukan kepadaku amalan yang bila aku lakukan maka Allah akan memasukkanku dengannya ke dalam surga." Tsauban diam. Lalu, aku tanya lagi, tapi dia masih diam dan aku tanyakan yang ketiga maka ia menjawab, "Aku telah menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Kamu harus memperbanyak sujud karena sesungguhnya tidaklah kamu sujud sekali kecuali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan dengannya satu dosa." (HR Muslim, Turmudzi, dan an-Nasa'i).

Kita dianjurkan untuk memperpanjang sujud bila shalat munfaridah (sendiri) karena Rasulullah menyindir orang-orang yang sujudnya cepat, dengan ungkapan bahwa mereka mematuk seperti ayam jago mematuk butiran makanan.

Sujud yang serius akan meninggalkan bekas di wajah orang Mukmin. "Kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud." (QS Al-Fath 29).

Bekas sujud inilah yang akan ditampakkan setiap Muslim via wajahnya. Di antara bekas sujud yang terpancar di setiap muka Muslim adalah ketundukan kepada keagungan Allah, ketawadhuan terhadap sesama insan, kelembutan, senyuman, menundukkan pandangan mata, membasahi bibir dengan zikrullah, sikap kasih sayang kepada anak yatim, fakir, dan miskin.

Sejalan dengan ini, dalam hadis Qudsi disebutkan bahwa Rasulullah berkata, "Aku hanyalah menerima shalat dari orang yang tawadhu terhadap keagungan-Ku, tidak sombong terhadap makhluk-Ku, tidak terus-menerus mendurhakai-Ku, selalu menggunakan siangnya untuk zikir kepada-Ku, mengasihi anak yatim, janda-janda, fakir, dan menyayangi orang yang tertimpa musibah. (HR Al-Bazzar).

Tanda hitam di dahi Muslim adalah salah satu ciri bahwa dia sering melakukan shalat. Namun, bekas sujud yang dikehendaki Allah adalah sikap tawadhu, kelembutan, kepedulian, dan kasih sayang yang dipancarkan wajah setiap Muslim. Wallahu a'lam.

Dimuat di Republika Cetak Edisi hari ini dengan judul: Bekas Sujud
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, June 11, 2011

Tips on defining SMART goals

The SMART approach aims for a Specific, Measurable, Attainable, Realistic and Time-bound goal definition of qualitative goals. 

SPECIFIC
Goals must be clear and unambiguous. When goals are specific, they tell you exactly what, when, and how much is expected. Because the goals are specific, you can easily measure your progress toward their completion.

MEASURABLE
What good is a goal that you can't measure? If your goals are not measurable, you will never know whether you are making progress toward achieving them. Not only that, but it's difficult to remain motivated when you have no milestones to indicate your progress.
 
ATTAINABLE
Goals must be realistic and attainable by the average person. The best goals require you to stretch a bit to achieve them. That is, the goals are neither out of reach nor below standard performance. Goals that are set too high or too low become meaningless, and people naturally start to ignore them. 

REALISTIC
To be realistic, a goal must represent an objective toward which you are both willing and able to work. A goal can be both high and realistic; you are the only one who can decide just how high your goal should be. You should be certain that every goal represents substantial progress. A high goal is often easier to reach than a low one because a low goal exerts low motivational force. Some of the hardest jobs you ever accomplished actually seem easy simply because you enjoyed doing them.
Your goal is probably realistic if you truly believe that it can be accomplished. Other ways to tell if a goal is realistic is to determine if you have accomplished anything similar in the past or ask yourself what conditions would have to exist to accomplish this goal. 

TIME-BOUND
Goals must have fixed start and end points. Commitment to deadlines helps you to focus your efforts on completion of the goal on or before the due date. Goals without deadlines or schedules for completion tend to be overtaken by the day-to-day crises that invariably arise in an organization. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, May 20, 2011

Tafakur: PERAHU KEBERSAMAAN

Sebuah perahu kayu berpenumpang tampak melintas di sungai nan jernih. Sepanjang jalan, para penumpang perahu benar-benar terbuai dengan pepohonan hijau yang memagari tepian sungai. Para penumpang yang berada di lantai atas ini benar-benar beruntung dengan pemandangan indah itu.

Dua lantai perahu penumpang itu memang punya harga sewa yang berbeda. Lantai atas lebih mahal dari yang di bawah. Bahkan mencapai dua kali lipat. Walau begitu, penumpang di lantai bawah masih bisa melihat pemandangan dari balik jendela kecil yang tertutup kaca.

Kelebihannya, penumpang lantai bawah bisa lebih asyik dalam kesunyian tidur. Tak ada suara burung, tak ada terik matahari, dan tak ada angin kencang. Kalau sudah tertidur, waktu menjadi tidak lagi panjang.

Suatu kali, masih dalam aliran sungai nan jernih, pompa air perahu macet. Krisis air minum pun terasa begitu cepat. Beruntungnya, para penumpang masih bisa menikmati segarnya air yang bisa mereka ambil langsung dari sungai yang mereka lewati. Tinggal ambil wadah dan tali, air pun bisa diperoleh.

Beberapa teriakan dari penumpang lantai bawah terus terdengar. "Hei, bagi kami air!" ucap para penumpang bawah. "Ya, kalian bisa ambil ke atas sini!" jawab para penumpang lantai atas.

Di sinilah persoalannya. Kalau penumpang lantai atas bisa mengambil langsung air, sementara yang di bawah mesti meniti anak-anak tangga agar bisa mencapai atas perahu. Dan ini begitu merepotkan.

Suatu malam, masih dalam perahu, beberapa penumpang di lantai bawah merasakan haus yang luar biasa. Kantuk yang mereka rasakan kadang menyelingi rasa haus itu. Saat itulah, rasa enggan menghinggapi mereka untuk bersusah payah menuju atas.

Seseorang dari mereka mengatakan, "Kenapa mesti repot ke atas, toh air yang kita butuhkan ada di kaki kita." Dan ucapan itu pun seolah menyadarkan para penumpang lain kalau merekalah yang sebenarnya paling dekat dengan letak air daripada penumpang atas.

Salah seorang mereka pun berusaha keras melubangi dinding bawah perahu dengan sebuah linggis. Di benak mereka cuma satu: bagaimana bisa dapat air tanpa mesti susah payah ke atas. Karena toh, yang di atas pun tidak merasa perlu untuk berbagi dengan yang bawah.
**

Kebersamaan dalam sebuah wadah, apakah itu perusahaan, organisasi, dan rumah tangga; tidak cukup hanya meletakkan pandangan dari sudut diri sendiri.

Berlatihlah untuk bisa menangkap pandangan dari sudut pandang orang-orang yang bersama kita. Karena dengan begitulah, perahu kebersamaan akan bisa terus melaju ke arah tujuan yang diinginkan. (muhammadnuh@eramuslim.com)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, December 11, 2010

Fwd: Anthony Dio Martin Official Site

Kiriman dari salah satu pakar EQM Indonesia, bapak Anthony Dio Martin, saya posting disini.
Semoga bermanfaat.

Selamat membaca,
Salam
---------- Pesan terusan ----------
Dari: Anthony Dio Martin Official Site <anthonydiomartin@yahoo.com>
Tanggal: 9 Desember 2010 04.26
Subjek: Anthony Dio Martin Official Site
Ke: tristanto.wahono@gmail.com



Don't Bite The Hand That Feed You

Posted: 08 Dec 2010 01:38 AM PST

Di beberapa posting facebook, saya membaca beberapa rekan yang memaki dan menyatakan murkanya pada atasannya, pada perusahaannya, pada pabriknya tempat bekerja. Saya pikir, memaki bukanlah langkah yang bijak. Apalagi, sampai akhirnya dibaca oleh banyak orang. Tapi, saya memang memahami kalau perasaaannya mungkin sedang sangat marah dan jengkel sekali dengan si atasannya. Dia tak tahu lagi harus berbuat apa-apa sehingga mengeluh di facebooknya.

Ingatlah, perlu pula buat kita untuk belajar menghargai dan menjadi pribadi yang berterima kasih atas perusahaan yang telah menghidupi kita selama ini. Mengapa kita bisa menerima gaji dan upah dari mereka dengan muka tersenyum dan senang tetapi pas giliran kerja, kita memaki-maki atasan dan pimpinan kita. Ini kan namanya tidak ksatria. Kalau kita tidak suka, lebih baik bicara dan katakan. Tetapi, jika terus-terusan tidak ada perubahan, lebih baik kita mundur dan mencari dimana kita bisa tetap menjaga mental kita yang positif. Yang penting, jangan mengeluh apalagi memaki. Seburuk-buruk atasan kita, merekalah yang memberi makan buat kita. Ingatlah pepatah, 'Don't Bite The Hand That Feed You". Seekor binatang, maaf…anjing, mengerti bahwa ia tidak boleh menggigit tuannya yang memberikan makan kepadanya. Martabat kita lebih tinggi daripada binatang, maka tunjukkanlah bahwa minimal kita adalah orang yang tahu berterima kasih. Ingatlah sekali lagi, Anda tidak harus menyukai atasan Anda tetapi tunjukkan bahwa kita bisa berterima kasih kepadanya.  

Shoulder To Cry On

Posted: 08 Dec 2010 01:33 AM PST

Richard Farson, seorang profesor Humanistic Psychology Institute di San Fransisco mengatakan dalam surveinya bahwa "Jutaan orang Amerika tidak pernah punya lebih dari satu menit selama hidupnya untuk menceritakan persoalan hidupnya kepada orang yang bisa dipercayainya". Tidaklah mengherankan jika angka depresi dan pemakaian obat-obat anti depresi tergolong sangat tinggi di Amerika. Bagaimana kita di Indonesia? Bersyukurnya, saya berharap bahwa angka ini tidak akan terlalu mengkhawatirkan. Saya pikir, kita masyarakat yang lebih terbuka. Dan untungnya, kalau saya perhatikan, baik di kota maupun pedesaan, kita umumnya masih punya seseorang yang bisa diajak untuk bicara.

Menurut saya, punya seseorang yang bisa diajak bicara adalah perlu sekali. Bukan saja, bicara dengan orang lain akan memberikan kita ide maupun solusi, yang kadang tidak mampu kita lihat. Tapi, bicara dengan orang juga melegakan. Ada banyak kasus dimana seseorang yang bermasalah tetapi tidak menemukan seseorang yang bisa diajak bicara, berakhir dengan bunuh diri. Memang tidaklah mudah mempercayai seseorang dan cukup berisiko mempercayakan persoalan kita pada orang lain. Tapi, jika ingin bertumbuh dan berkembang secara sehat, kadang kita membutuhkan bahu orang lain dimana kita bisa bersandar!

Berbahagialah orang yang mempunyai 'Shoulder To Cry On'

 

Meminjam Pikiran Orang

Posted: 08 Dec 2010 01:17 AM PST

Pikiran dan pengalaman kita bisa terbatas. Saat kita selalu mentok dan terus-menerus tidak mampu begerak lebih jauh dan kelihatannya segitu-segitu saja. Padahal, kita telah berusaha secara maksimal. Saat itulah, Anda mulai menyentuh limit pengalaman dan pikiran Anda. Itulah saat dimana Anda perlu perlu meminjam pikiran dan pengalaman orang lain.

Meminjam ini bisa dilakukan dengan membaca, mendengarkan, ngobrol atau mengikuti bimbingan atau pelatihan tertentu. Intinya, masalah yang Anda alami sekarang, kadang tidak bisa diatasi dengan pikiran Anda karena keterbatasan pengalaman yang Anda miliki. Itulah manfaat bicara, mendengarkan dan belajar dari orang lain.

"Ketika Anda kelihatannya mentok di satu titik dan tidak kemana-mana meskipun Anda telah berusaha keras. Mungkin saatnya bagi Anda untuk meminjam pikiran orang lain"



Saturday, September 4, 2010

QURBANKU

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.
Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.
Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak
yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan Nabi Allah Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.
Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

" Berapa harga kambing yang itu pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.

" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si pedagang bertahan.

" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama
" Maaf pak, masih jauh." ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku

" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek

" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?"
ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri.
Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput" kata si pedagang meledek.

Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.
Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil.
Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya.
Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.

" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian

" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah" katanya

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi.
Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum

" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.

" Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan
" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.

" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas meladeni.

" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)
Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.
" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi.
Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan

" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih

" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek
" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)

" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya
" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,
takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku.
Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.
Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.
Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek.
Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.
Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta.
Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi
Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super
Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya
Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus

Tapi apa yang aku pikirkan?
Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di
dunia fana.
Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu.

sumber : email dari sahabat

Monday, June 7, 2010

caroline ebert shared some photos with you

caroline ebert shared a new photo slideshow with you View now

This email was sent by caroline ebert using the Application: Flickr Slideshow. You can stop receiving emails here.

Saturday, May 22, 2010

Trs: [bahasa-Al Quran] FW: KISAH POHON TUA

forward email ini di posting untuk http://postingemail.blogspot.com

----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Siti Latifah <slatifah@sucofindo.co.id>
Terkirim: Sel, 16 Februari, 2010 14:53:16
Judul: [bahasa-Al Quran] FW: KISAH POHON TUA

 

         Suatu ketika, di sebuah padang , tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain disekitarnya.

 

        Pohon itupun, menjadi tempat hidup beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon pun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.

 

        Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap kali singgah dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, dibawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna", begitu ujar mereka setiapkali selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

 

        Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana.  Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

 

        Sang pohon pun bersedih. "Ya Allah, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?" sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

 

        Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batanngnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus-menerus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang.

 

        Hingga pada saat pagi menjelang. "Cittt....... cericirit. ...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt....... cericirit. ...cittt" suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon  itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu.....dua. ....tiga. ... dan empat anak burung lahir ke dunia."Ah do'aku di jawab-Nya,"  begitu seru sang pohon. Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka akan membuat sarang-sarang baru.

        Ternyata batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis  tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa hangat berada dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam."ah kini hariku semakin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

 

        Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang tunas tampak tersenyum. Ah rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiaanya pada alam.

 

        Sobat begitulah, adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah ditebak, namun yakinlah Allah Maha Tahu yang terbaik buat Kita.

 

        Sama seperti kisah nabi Musa dengan Harun dalam surat Al-Kahfi : 65 – 82, dimana dikisahkan bahwa Nabi Musa tidak bisa bersabar dengan tindakan Harun yang terlihat Zalim, padahal tidak demikian adanya. ketidaksabaran tersebut terjadi hanya karena pengetahuan kita yang sempit sedang Allah Maha Mengetahui.

 

        Satu saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka disaat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang disandingkan- Nya bukan harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang pohon, maka sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

 

        Sobat, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan- Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati, seperti yang tertuang dalam kalam-Nya:

 

        "Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri, ...."(Al-Hadid: 22-23)

 

        Yakinlah, sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Wa'allahu'alam bisshowab...


__,_._,___


Saturday, March 20, 2010

Trs: [MTSuperClub] Mario Teguh Super Note - FIGHTING THE WRONG FIGHT - BERTARUNG DALAM PERTARUNGAN YANG SALAH

Dear Rekan semua,
Saya forward salah satu posting email dari Milis yang ada untuk pembaca kumpulan email di http://postingemail.blogspot.com
Semoga bermanfaat.

 

----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Exnal Corp <exnal@cbn.net.id>
Kepada: MTSuperClub Milist <mtsuperclub@yahoogroups.com>
Terkirim: Sab, 20 Maret, 2010 07:54:19
Judul: [MTSuperClub] Mario Teguh Super Note - FIGHTING THE WRONG FIGHT - BERTARUNG DALAM PERTARUNGAN YANG SALAH

 

Sahabat Indonesia yang super,
 
yang sederhana keinginannya,
tetapi yang tidak sederhana dampaknya bagi kebaikan hidupnya.
 
Mudah-mudahan Super Note saya di Jumat sore yang super ini mendapati Anda dalam kejernihan pikiran yang Anda butuhkan untuk menepatkan kerja Anda.
 
Bahkan pelaut yang tidak jelas tujuan pelayarannya, akan pasti sampai di suatu tempat.
 
Hanya saja, belum tentu dia sampai di tempat yang ramah bagi kepentingannya untuk hidup dengan damai, sejahtera, dan cemerlang.
 
Sahabat saya yang dikasihi Tuhan,
 
Terima kasih atas comments Anda yang saya terima untuk MT Super Note - SEVEN HURDLES TO YOUR SUPER SUCCESS - TUJUH RINTANGAN KEBERHASILAN SUPER ANDA, dan masukan-masukan baik Anda-lah yang mentenagai saya untuk menuliskan Super Note susulannya ini.
 
Super Note yang saya susunkan bagi penikmatan di ruang keluarga MTSC yang ramah dan saling memuliakan ini, disemangati oleh semua comments super Anda, yang berfokus pada kebutuhan kita untuk mencurahkan semua kekuatan pada pekerjaan yang tepat, agar kita mencapai kebesaran hidup sebagaimana yang direncanakan bersama kelahiran kita.
 
Please kindly enjoy, absorb, and apply.
 
………..
 
MARIO TEGUH SUPER NOTE
FIGHTING THE WRONG FIGHT
BERTARUNG DALAM PERTARUNGAN YANG SALAH
 
………..
 

Anda hanya mendapat dari yang Anda kerjakan.
 
Maka, janganlah memilih pekerjaan yang salah.
 
Dalam kehidupan, pertanyaan yang sebenarnya bukanlah apa yang Anda menangkan, tetapi apa yang Anda lakukan; karena
yang Anda lakukan menentukan apa yang bisa Anda menangkan.
 
Sesungguhnya,
 
Kehidupan kita yang sebenarnya adalah pekerjaan kita.
 
Perhatikanlah, bahwa semua orang penting - disebut penting karena mengerjakan sesuatu yang penting bagi kehidupan sesamanya.
 
Jadi janganlah berlama-lama dalam kesadaran bahwa yang sedang Anda lakukan ini sebetulnya salah.
 
Janganlah Anda biarkan diri Anda menua dalam pekerjaan yang menuntut penggunaan dari kelemahan-kelemahan Anda.
 
Berjayalah dalam pekerjaan yang merayakan penggunaan dari kekuatan-kekuatan Anda.
 
………..
 

Anda dikenal melalui pertarungan yang Anda pilih.
 
Apa pun yang Anda perjuangkan melalui pertarungan - pasti merupakan sesuatu yang penting bagi Anda. Itu sebabnya Anda dikenal dari apa yang Anda pertarungkan.
 
Jika hal-hal kecil yang tidak penting, cukup untuk membuat Anda bertarung dengan orang lain, maka kecil dan tidak pentinglah Anda.
 
Jika yang Anda perjuangkan adalah hal-hal yang baik dan bernilai, maka baik dan bernilailah Anda.
 
… itu adalah sebuah kepastian yang sederhana, tetapi tidak sederhana dampaknya bagi kebaikan hidup kita.
 
………..
 

Kelas Anda ditentukan oleh keberanian Anda.
 
Keinginan Anda tidak penting, jika untuk pencapaiannya Anda tidak bersedia untuk bertarung.
 
Banyak orang sangat berani dalam mengkhayalkan keberhasilan dirinya, tetapi menjadi kerdil saat betul-betul harus memenuhi syarat bagi keberhasilannya dalam pekerjaan yang nyata.
 
Mereka yang pemberani, tidak selalu mengawali perjuangan mereka dengan impian, tetapi selalu memasuki pekerjaan dengan kesungguhan, dan menghadapi kesulitan dengan keberanian.
 
Itu sebabnya,
 
Keinginan yang sesungguhnya, hanya pantas berlabuh di hati seorang pemberani.
 
………..
 

Janganlah menjadi petarung yang setengah-setengah.
 
Janganlah menjadikan hidup ini setengah matang.
 
Segeralah selesaikan hal-hal yang akan membentuk keutuhan dari rencana-rencana Anda.
 
Janganlah impian Anda mengenai keberhasilan besar di masa depan, menjadikan Anda penunda yang menelantarkan keberhasilan kecil yang bisa Anda capai hari ini.
 
Bersikaplah seperti para petarung sejati.
 
Janganlah memukul, karena itu akan menyakiti orang lain. Jangan-lah juga, memukul dengan lunak, karena balasan yang Anda terima bisa keras.
Tetapi,
jika Anda harus memukul, pukullah dengan keras.
 
………..
 

Periksalah kembali prinsip-prinsip Anda.
 
Memang dibutuhkan sebuah keberanian, untuk tewas mempertahankan sebuah prinsip; tetapi dibutuhkan keberanian yang jauh lebih besar lagi untuk tetap hidup dan berjaya dalam sebuah prinsip.
 
Dan itu adalah pilihan yang lebih baik.
 
Karena,
 
Keikhlasan untuk hidup dengan seutuhnya, membutuhkan kekuatan hati yang tidak sederhana.
 
Dan utamakanlah ini dalam kesadaran Anda,
bahwa
 
Bukan ukuran Anda yang penting untuk memenangkan sebuah pertarungan, tetapi ukuran keberanian dalam diri Anda; yaitu keberanian untuk tampil dan bekerja sesuai dengan prinsip Anda.
 
Tidak ada hal besar yang bisa dicapai oleh seseorang yang keras kepala dan keras hati - karena prinsipnya; tetapi yang berjalan tanpa arah, meneriakkan keraguan dan keluhan; tetapi menolak nasihat-nasihat baik, hanya karena itu bukan prinsipnya.
 
Jika yang disebutnya sebagai prinsip itu, mengerdilkannya - mungkin itu bukan prinsip, atau dia harus memeriksa kembali sikapnya dalam berprinsip.
 
Karena, jika prinsip yang kita yakini tidak memuliakan kehidupan kita, kita harus ikhlas memeriksa diri dan prinsip kita.
 
Jika bukan prinsip kita yang tidak sepenuhnya tepat, pasti cara kita dalam berprinsip - yang memerlukan perbaikan.
 
………..
 

Dia yang menyerang harus menang, dan dia yang bertahan harus selamat.
 
Apakah Anda termasuk yang agresif dalam hidup ini, yang memasuki jam-jam kerja dengan kekuatan hati yang menyerang dengan kekuatan penuh?
 
Ataukah Anda yang hanya bertahan, yang berupaya selamat dari hari ke hari, tanpa pandangan yang jelas kapan kira-kira kelambatan dan kerata-rataan ini berakhir?
 
Yang manakah Anda?
 
Seandainya saja kita bertindak lebih berani …
 
………..
 

Jika Anda berseteru dengan kehidupan ini, semua orang akan menjagokan kehidupan.
 
Dari semua hal yang bisa Anda jadikan musuh dan Anda salahkan atas kelambatan laju kehidupan ini, jangan pernah musuhi kehidupan.
 
Jika pendapat buruk Anda tentang kehidupan ini benar, maka tidak akan ada orang lain yang tampil sebagai pemenang.
 
Tetapi, bukankah telah banyak orang yang menang, dan masih akan ada banyak lagi orang yang menang, termasuk diri Anda?
 
Kehidupan ini harus dimenangkan, didapatkan, dan dialami dengan baik; lalu bagaimana mungkin Anda bisa memenangkan, mendapatkan, dan mengalami kehidupan dengan kecintaan, jika Anda mengeluhkan kehidupan?
 
Sayangilah kehidupan ini, dan dia akan mengembalikan kebaikan Anda itu dengan kualitas hidup yang lebih besar daripada yang Anda berikan.
 
………..
 

Betapa pun Anda menyukai permainan, janganlah bermain-main dengan hidup Anda.
 
Bagi anak-anak, sebuah permainan adalah kehidupan yang sesungguhnya, dan dengan permainan itulah mereka membangun pengertian dan kemampuan untuk menjadi pemenang yang anggun dalam hidup mereka nanti.
 
Sebagian dari anak-anak itu memang tumbuh menjadi pemenang, tetapi sebagian yang lain tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang masih bermain-main dengan kehidupan mereka.
 
Hidup ini bersikap ramah kepada kita yang bersungguh-sungguh untuk mencapai kemenangan, dan ia bersikap keras kepada mereka yang tidak terlibat secara sadar dalam prosesi kehidupan.
 
Dan yang menyayat hati para pemerhati, adalah
 
Tidak jarang, mereka yang dikerasi oleh kehidupan agar memperbaiki diri itu, menerima kesulitan hidup sebagai nasib buruk - seolah-olah upaya mereka tidak akan mendatangkan perubahan.
 
Seandainya saja, mereka mau mendorong diri mereka untuk mencoba, untuk bertarung dalam perjuangan yang benar, mereka akan menemukan keindahan yang menjadi hak bagi mereka yang ikhlas hidup dalam kebaikan.
 
………..
 
Maka marilah kita memilihkan pekerjaan yang baik bagi kita,
yaitu
 
pekerjaan yang jujur,
yang mendidik kita menjadi pribadi yang amanah,
yang merayakan kekuatan-kekuatan kita,
yang menjadikan kita pribadi yang lebih mampu,
yang menghasilkan perbaikan bagi kehidupan sesama,
yang terhubung erat dengan kebahagiaan keluarga kita,
dan
yang menjadikan kita permata yang berkilau dalam pandangan Tuhan,
yang menjadikan kehidupan kita damai, sejahtera, penuh kegembiraan dan kesyukuran,
dan
yang tidak bisa tidak - membuat Tuhan merendahkan dan memerdukan suara-Nya,
saat menyapa kita:
 
"Wahai jiwa yang tenteram, Aku sangat bangga menyebutmu sebagai kekasih-Ku."
 
………..
 

Maka marilah kita menyerah dalam seindah-indahnya penyerahan kepada Tuhan.
 
Tujuan kelahiran kita - baik, dan tidak ada niat Tuhan selain bagi kebaikan kita. Tugas kita hanyalah menurut.
 
Marilah kita menurut dalam jalan kebaikan, yang tempat-tempat sampai-nya adalah kedamaian, kesejahteraan, dan kecemerlangan hidup.
 
………..
 

Mudah-mudahan Super Note kita kali ini dapat mendampingi Anda dengan ramah, dan menghormati pacu Anda dalam membangun kemampuan untuk berperan baik dalam kehidupan ini.
 
Mudah-mudahan keikhlasan hati Anda menjadi pengharus bagi turunnya keberkahan yang lebih besar bagi kemuliaan Anda dan keluarga terkasih.
 
Sampai kita bertemu suatu ketika nanti, dan berjabat-tangan, dan membincangkan hal-hal yang terlalu banyak untuk kita tuliskan di ruang keluarga MTSC yang ramah dan santun ini, dan saling memuji dan saling berterima-kasih atas kebaikan satu sama lain.
 
Marilah kita tetap bersaudara dan bersahabat dalam kebenaran dan kesabaran.
 
Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda tersayang.
 
Loving you all as always,
 
Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta
 
__._,_.___
 


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Friday, December 25, 2009

WORTEL, TELUR DAN KOPI

Kiriman email ini sepertinya sudah pernah saya posting, tapi saya ingin memposting ulang kali ini.
Selamat membaca...        

        Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

        Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit,
sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

        Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah ?"

        Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami
perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

        "Kamu termasuk yang mana ?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi ? "Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."

        "Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut ? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku ?"

        "Ataukah kamu adalah bubuk kopi ? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat." "Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi
semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."

"Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri …".

Sumber : Air Putih

http://postingemail.blogspot.com


Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi!
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!

Sunday, December 13, 2009

SEBERAPA TAHANKAH ANDA TERHADAP KRITIK ?



Kalau disuruh mencela dan mengkritik orang lain, jujur saja, kita pasti 'senang' melakukannya kan ? tapi bagaimana kalau kita di posisi mereka ? Dikritik, dicela, dianggap selalu salah...hmm... seberapa sih anda bisa tahan ? "Bagaimana kita bisa bekerja dengan baik, kalau kamu selalu saja datang terlambat ?" "Mestinya anda bisa meningkatkan kinerja. Masa' dari dulu kualitas pekerjaan anda begini-begini saja?" "Bagaimana kami mau bekerja dengan baik kalau anda sebagai manager tidak mampu memberikan fasilitas yang memadai ?" "Sepertinya
anda selalu saja meminta fasilitas lebih. Sekali-sekali, tunjukkan dong kualitas kerja yang seimbang !"

Suatu hari, anda mungkin akan mengeluarkan kritikan semacam itu kepada rekan kerja anda, termasuk bos anda. Tapi bukan tak mungkin, di hari lain, andalah yang akan menerima kritikan itu. Kalau itu terjadi pada anda, bagaimana rasanya ? dikecam, disindir atau dicerca di depan banyak orang, dalam rapat atau dalam perbincangan santai di kantor, bagaimanapun, bukan hal yang menyenangkan. Kesal, dongkol ...bahkan marah ? sangat mungkin terjadi. Tetapi, seberapa dewasa anda untuk bisa mengakui bahwa kritik itu justru menjadi cambuk buat anda ? Pernahkah anda sedikit berpikir positif di tengah-tengah kemarahan anda ketika sedang dikritik, bahwa sebenarnya kritik mencerminkan perhatian orang lain terhadap diri anda ? Kalau pikiran-pikiran baik itu hampir tak pernah terlintas di benak anda, maka mungkin beberapa tips berikut ini berguna supaya anda 'tahan' kritik.

JANGAN TERBURU MARAH
Siapa sih yang tidak kesal atau marah kalau mendapat kritikan yang menohok ? Tapi jujur saja, tiap orang berhak untuk melontarkan pendapat tentang anda, begitu pula sebaliknya. Dan kenyataannya, objektivitas selalu lebih besar bisa kita dapat dari kaca mata orang lain. Sebab itu, tahanlah amarah anda ketika seseorang mengkritik
anda. Dengarkan saja, bahkan kalau perlu catat dan lalu renungkanlah di rumah dengan pikiran yang dingin. Dengan marah, tak ada yang bisa anda lakukan dan tak sedikitpun anda maju ke tingkat yang lebih baik.

TERBUKALAH UNTUK MENGAKUI
Pernahkah anda lihat seseorang yang bebal ---sudah dikritik berulang kali, tetapi tetap saja melakukan kesalahan yang sama?. Memang, ada banyak alasan mengapa orang tak mengacuhkan kritik orang lain terhadapnya. Tetapi, salah satu yang kerap menjadi sebab mengapa anda atau kita tak hirau dengan kritik, adalah karena kita menutup diri untuk secara terbuka mengakui bahwa kita salah. Atau minimal mengakui bahwa "Oh ya, dia benar. Itulah sebenarnya saya. Mestinya saya merubah sesuatu dalam diri saya,". Miranti marah ketika dikritik sering telat ke kantor sesudah jam makan siang. Padahal kenyataannya, ia kerap menghabiskan waktu istirahatnya bukan untuk makan siang, tapi untuk jalan-jalan ke mal. Ketika bos memerlukannya mengerjakan sesuatu, ia beberapa kali terlihat tidak ada di mejanya. Dengan menyikapi kritik secara terbuka, anda akan terlihat lebih simpatik. Pahami ketidak cocokan orang lain terhadap perilaku atau sikap anda, sebagaimana kalau anda merasa tidak senang terhadap tindakan orang lain. Dengan kata lain, bersikaplah empatif. Dengan demikian, anda akan cenderung bisa bersikap lebih tepat menghadapi kritik itu.

MINTALAH DIKRITIK SECARA SPESIFIK
Belajarlah mengakui bahwa kemungkinan kritik yang dilontarkan orang lain terhadap diri anda itu benar. Dengan demikian, anda punya keinginan untuk belajar bagaimana orang lain ingin anda bersikap.

Tapi, ada baiknya anda meminta orang lain mengkritik anda lebih spesifik, agar anda benar-benar mengerti dimana sebenarnya masalah orang lain terhadap diri anda. Sehingga, antara anda dan rekan yang mengkritik itu bisa saling memahami dengan jelas kondisi yang sebenarnya. Dengan begitu, akan lebih mudah jalan untuk memperbaiki
apa yang tidak menyenangkan terhadap diri anda, di mata orang lain.

JANGAN BALAS MENGKRITIK
Mensikapi kritik tidak berarti dengan balas mengkritik.Ketika kita dikritik, bersikaplah sungguh-sungguh akomodatif. Membalas kritik dengan kritik lagi, sama saja menyulut perdebatan yang tidak perlu. Jangan biasakan diri anda menyukai debat kusir, mendramatisir kata-kata atau kondisi yang hanya akan memberi sinyal terhadap rekan kerja lain bahwa anda defensif. Ibaratnya, kritik adalah api. Memadamkannya adalah dengan air, bukan dengan api lagi. Menghadapi rekan kerja, berusahalah selalu akomodatif dan hindari perdebatan yang tidak
substantif.


MINTALAH SARAN KONSTRUKTIF
Kadang, kita ingin merubah diri tapi tak tahu bagaimana caranya. Mungkin rekan anda punya jalan keluarnya. Jadi mengapa tak bertanya padanya ? Satu hal, sering kita malu kalau orang lain tahu betapa kita bodoh dan tak tahu harus berbuat apa. Tapi dengan mengakuinya dengan jujur dan jiwa besar, orang lain pasti akan dengan senang hati membantu anda.

Memperlihatkan bahwa anda membutuhkan orang lain untuk perbaikan diri anda secara positif, justru akan menimbulkan reaksi yang simpatik dari lingkungan sekeliling anda. Kalau anda tak bisa membantu diri anda, berikanlah kesempatan orang lain melakukannya untuk anda.

sumber : www.kompas.com
http://postingemail.blogspot.com


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Friday, December 4, 2009

A R T I B E S A R C A T A T A N



        Sisihkan waktu untuk merencanakan pekerjaan dan kehidupan Anda setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan. Periksa kembali apakah tak ada yang terlupa. Perencanaan kecil semacam ini akan mencegah munculnya persoalan dalam perjalanan pekerjaan Anda. Dengan bertindak demikian maka kehidupan Anda pun akan berjalan dengan mulus.

        Seringkali kita merasakan tidak punya waktu untuk merencanakan pekerjaan dan hidup kita, karena sudah sangat sibuk untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul. Akan tetapi kita tidak sadar bahwa, sering kali, persoalan-persoalan tersebut justru muncul karena tidak adanya perencanaan yang tajam. Memang, tidak semua persoalan bisa diselesaikan di depan. Atau semuanya bisa dicegah, setajam dan selama apapun perencanaan dan persiapan
dilakukan. Akan tetapi banyak sekali yang dapat dihemat dengan melakukan perencanaan dan persiapan yang matang: hemat waktu, uang, energi. Perencanaan juga dapat mencegah kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu.

Untuk mempertajam perencanaan, biasakan Anda melakukan hal-hal di bawah ini :

        Rencanakan setiap langkah kegiatan atau prosedur baru, cari titik-titik yang bisa menjadi hambatan dalam setiap tahap, dan perkirakan cara terbaik untuk mencegah atau mengatasinya. Pastikan bahwa penugasan-penugasan benar-benar dipahami oleh staf dan kelompok di lingkungan tanggung jawab Anda. Perhatikan tahap awal pelaksanaan setiap pekerjaan, karena biasanya pada tahap ini persoalan mulai muncul. Catatlah setiap malam, apa-apa saja kekurangan dalam  pelaksanaan pekerjaan  hari ini, dan rencanakan apa-apa saja yang akan anda lakukan esok hari, agar pelaksanaan pekerjaan akan lebih baik dari hari ini dan seterusnya.

        Mencatat adalah kegiatan yang sering kita abaikan. Padahal, mencatat itu adalah bagian penting untuk menghemat memori ingatan kita. Seringkali kita lupa apa yang kita ingat kemarin hanya karena tidak dicatat, dan baru teringat keesokan harinya atau bahkan seminggu kemudian.

Jadi, rencanakan dengan matang, dan jangan lupa mencatat !

Sumber : ESENSI KEPEMIMPINAN : MEWUJUDKAN VISI MENJADI AKSI" karangan
Erry Riyana Hardjapamekas


Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Sunday, November 29, 2009

5 BAHASA KASIH


       Apakah anda pernah mencintai seseorang di dalam hidup anda ? Saya yakin, semua dari anda pernah mencintai seseorang, apakah itu orang tua anda, anak anda, saudara anda, kekasih anda, istri / suami anda, dan sebagainya. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apakah orang yang anda cintai tersebut TAHU kalau anda mencintai mereka ? Banyak orang tua kaya yang sibuk sering memberikan uang kepada anak-anaknya dan berharap anaknya tahu bahwa uang tersebut sebagai tanda cinta mereka. Padahal mungkin sang anak lebih berharap orang tuanya mempunyai waktu untuk berbincang-bincang dengannya. Jika hal ini terjadi pada anda, dimana orang yang anda cintai malah berpersepsi berbeda dari yang anda harapkan, berarti anda tidak tahu secara tepat apa bahasa kasih dari orang yang anda cintai tersebut.

      Gary Chapman dalam salah satu bukunya pernah mengatakan bahwa untuk berkomunikasi dengan orang yang kita cintai, ada 5 bahasa kasih yang bisa kita gunakan sesuai dengan keinginan dari orang tersebut.
Kelima bahasa kasih tersebut adalah :

1.      KATA-KATA
Kata-kata berupa pujian, motivasi, harapan dan penghargaan kepada orang yang dicintai merupakan suatu penghubung yang kuat yang bisa terus merekatkan hubungan anda. Lakukan pujian secara tulus berdasarkan apa yang ada di dalam hati anda, bukan hanya sekedar untuk membuat mereka senang. Sebisa mungkin bicarakan hal-hal yang
positif saja dengan orang yang anda cintai. Hindari kata-kata yang malah bisa menyebabkan suatu perselisihan atau konflik.

2.      SENTUHAN
Sentuhan fisik seperti merangkul, membelai, menepuk punggung dan lengan, ataupun sekedar bergandengan tangan, secara emosional dapat meningkatkan kualitas hubungan cinta anda. Seorang anak yang mendapat prestasi bagus di sekolah misalnya, selain dipuji juga ditepuk punggungnya oleh orang tuanya, akan merasakan kesenangan yang
berlipat ganda, karena dia merasakan kasih tersebut lewat hati (pujian) dan fisik (tepukan).

3.      PEMBERIAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling sering kita gunakan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang lain. Namun kita seringkali membatasi pemberian ini hanya pada moment khusus saja, seperti ulang tahun, hari perkawinan, atau hari-2 besar keagamaan. Padahal, sebenarnya kita dapat melakukan pemberian ini kapan saja dan dimana saja.

4.      WAKTU
Berapa banyak waktu yang anda gunakan untuk mendengarkan dan bersama-sama dengan orang yang anda cintai ? Waktu yang dimaksud disini bukan berarti hanya waktu liburan, tapi WAKTU YANG BERKUALITAS, yaitu waktu dimana orang yang anda cintai membutuhkan kehadiran anda secara fisik hadir di depannya. Bagi seorang anak kecil, mungkin waktu yang berkualitas bagi dia adalah waktu sore hari, dimana dia membutuhkan kehadiran anda, agar dia bisa menceritakan bagaimana serunya tadi dia bermain di sekolah. Bagi seorang suami, waktu yang berkualitas mungkin selepas makan malam, dimana dia berharap sang istri mau menemaninya berbincang-bincang tentang kondisi bisnisnya, tentang bagaimana membangun masa depan keluarga mereka. Apakah anda sebagai istri misalnya, BISA dan MAU menyediakan waktu tersebut, ataukah tayangan sinetron lebih menarik perhatian anda, dan membiarkan suami
anda bersantai sendiri sambil membaca koran ? Dan bagi anda sang suami, apakah anda MASIH MEMPUNYAI WAKTU mengantar istri anda berbelanja, atau anda lebih suka mengutak-atik mobil anda dan membiarkan istri anda pergi sendiri ?

5.      PELAYANAN
Bahasa kasih ini adalah yang paling menonjol diantara yang lain, karena anda mau melakukan suatu tindakan bagi orang lain sebagai tanda cinta anda. Banyak orang yang salah mengartikan kata pelayanan disini, menganggap kita harus melakukan sesuatu 100 % bagi orang lain. Padahal kata pelayanan disini artinya kita mau membantu orang
yang kita cintai melakukan suatu tindakan yang sebelumnya tidak kita lakukan. Mungkin para suami bisa dengan membantu istri untuk memasak dan menyiapkan makan di dapur. Atau para istri bisa membantu suaminya untuk mencuci mobil. Hal-2 kecil seperti ini bisa membantu anda untuk mempererat tali kasih anda berdua.


       Bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda menggunakan seluruh bahasa kasih tersebut untuk mengungkapkan perasaan anda kepada orang-2 yang anda cintai ? Lakukan yang terbaik dan dapatkan manfaatnya.

http://postingemail.blogspot.com


Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Friday, November 6, 2009

MEMILIH GAYA MANAJEMEN YANG TEPAT

             
                     - Dawn Hodson -

        Apakah anda sekarang sedang mencari-cari gaya manajemen yang dapat anda terapkan pada seluruh karyawan anda ? Okay, sebaiknya anda hentikan saja usaha anda.  Mengapa ? Karena ada kesepakatan di antara para ahli manajemen yang menyatakan bahwa tak ada satu gaya pun yang
paling baik. Malah, jauh lebih efektif bila anda menggunakan beberapa gaya manajemen. Pendekatan ini, yang dikenal dengan situational leadership, meminta manajer untuk mengubah-ubah gaya kemanajemenannya tergantung pada jawaban atas dua pertanyaan berikut :

1.      Seberapa kompeten karyawan anda menyelesaikan tugas-tugasnya  ?
2.      Seberapa mandiri karyawan anda melakukan tugas-tugasnya sendiri ?

      Keefektifan  dari seorang manajer tidak ditentukan oleh gaya apa yang cocok bagi dirinya, melainkan apakah gaya manajemen tersebut cocok bagi karyawannya. Kepemimpinan situasional terdiri dari empat
macam gaya.

1.      Pertama disebut Directing / pengarahan.
Gaya ini dicirikan dengan memberikan instruksi kepada karyawan, melakukan supervisi yang ketat atas kinerja mereka, dan melakukan hampir semua pengambilan keputusan dan pemecahan masalah oleh anda
sendiri. Gaya ini cocok diterapkan pada mereka yang baru bekerja pada suatu proyek, atau mereka yang tidak memiliki kemampuan dan kinerja cukup baik, atau bila anda berada dalam suatu krisi dan tidak
memiliki cukup waktu untuk melakukan konsultasi dengan karyawan anda.
Bagaimana pun, manajer yang  menggunakan gaya ini terus-menerus akan mudah dipandang sebagai manajer yang otokratik.


2.      Kedua disebut dengan Consultative atau Coaching Gaya ini meminta manajer untuk tetap memberikan pengarahan tetapi mulai melibatkan karyawan lebih banyak dalam pengambilan keputusan
dan pemecahan masalah. Gaya ini disempurnakan dengan meminta opini pribadi karyawan, mengajukan pertanyaan untuk dijawab, dan menunjukkan minat anda pada mereka sebagai seorang individu. Gaya ini
cocok diterapkan bila karyawan anda bukan lagi seorang pemula tetapi belum mencapai tingkat ketrampilan tinggi atau belum memiliki kepercayaan diri atas kemampuannya dalam menangani tugas-tugas mereka.

3.      Ketiga disebut dengan Supporting / dukungan Anda menggunakan gaya ini bila karyawan anda mampu melakukan tugas-tugas mereka namun tidak cukup memiliki kepercayaan diri. Dalam hal ini, peran anda adalah menguatkan suara mereka dan menjadi mitra diskusi bagi pemecahan masalah. Anda bukan orang yang wajib memecahkan masalahnya tetapi anda memberikan dukungan serta keberanian agar mereka mampu memecahkan masalah itu sendiri. Dengan melakukan ini anda akan meningkatkan kemandirian  dan kepercayaan diri karyawan anda.

4.      Keempat disebut dengan Delegating / delegasi Anda menggunakan gaya ini pada karyawan yang telah trampil dan memiliki kepercayaan diri atas kemampuan mereka melakukan tugas-tugasnya. Dalam banyak hal, karyawan pada tingkat ini mampu memanage diri sendiri dan hanya datang pada anda untuk membicarakan proyek baru, tugas-tugas baru atau mereka membutuhkan bantuan anda.
Bagaimana pun, tetaplah diingat bahwa jika anda menggunakan gaya ini sebelum karyawan anda benar-benar siap,  mereka malah akan merasa anda sedang bertingkah seperti bos saja.


      Memilih gaya mana yang tepat dengan karyawan anda adalah bagaimana anda menilai kecakapan dan kemandirian karyawan dalam melakukan tugas-tugas mereka. Bila ketrampilan karyawan adalah rendah, gunakan lebih banyak gaya directing. Bila karyawan anda tampaknya cukup kompeten, gunakan gaya coaching. Bila karyawan anda benar-benar kompeten tetapi tak cukup berani, pilihlah gaya supporting. Dan, jika karyawan anda benar-benar trampil serta berani mengambil keputusan, gunakan gaya delegating.

      Memilih gaya yang tepat bukan hal yang mudah. Bila anda menggunakan  gaya yang keliru anda akan menciptakan masalah produktivitas dan moral. Sebagai misal, menggunakan gaya directing pada karyawan yang telah kompeten akan mengakibatkan penurunan kepercayaan diri dan kemampuannya, bahkan mungkin mereka menganggap andalah yang tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk memanage mereka. Sebaliknya, menggunakan gaya supporting atau delegating pada karyawan yang tidak kompeten akan mendorong karyawan dan anda sendiri jatuh pada kegagalan. Dengan menentukan secara tepat bagaimanakah kondisi karyawan anda serta menyesuaikan kebutuhannya dengan gaya manajemen yang tepat, maka anda dan karyawan anda akan dapat mencapai tujuan dengan memuaskan.

Ada baiknya anda camkan tiga hal berikut.
1.      Teruslah mengubah gaya manajemen anda seiring dengan perkembangan kemampuan dan kepercayaan diri karyawan, atau anda akan membuat  karyawan. anda tetap terkungkung dalam tingkat pengembangan
diri yang terlalu rendah.

2.      Bersiap-siaplah untuk menggunakan gaya yang berbeda pada orang yang sama karena mungkin ia memiliki kecakapan pada suatu tugas, tetapi pada tugas-tugas baru ia membutuhkan gaya yang lain.

3.      Anda harus senantiasa bertujuan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri karyawan, meski tidak semua karyawan anda akan berhasil  mendapatkan gaya delegating anda.

      Kesimpulannya, pendekatan kepemimpinan situasional telah menjadi  populer untuk memanaje orang karena ia mengakui perbedaan masing-masing orang serta ia menunjukkan jalan untuk menggerakkan
karyawan dari tingkat yang rendah menuju tingkat lebih tinggi, baik di bidang kompetensi dan kemandiriannya. Bila anda belajar untuk menggunakannya, tugas anda akan semakin lebih mudah karena karyawan anda belajar bagaimana memanage diri mereka sendiri.


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Saturday, September 26, 2009

MAGY DAN BUKU CERITA



Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore. 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya, "Papa lihat !" John menengok kearahnya dan berkata, "Wah, buku baru ya ?" "Ya Papa !" katanya berseri-seri, "Bacain dong !" "Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.

Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat- buat mulai merayu kembali "Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy". Dengan perasaan agak kesal John menjawab: "Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya". "Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa" katanya sendu. "Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu." "Lain kali Magy, sana. Papa sedang banyak kerjaan."

John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku disebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Tiba-tiba Magy mulai lagi "Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus ! Papa pasti akan suka". "Magy, sekali lagi Ayah bilang : Lain kali !" dengan agak keras John membentak anaknya. Hampir menangis Magy mulai menjauh, "Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali". Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata "Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya
yang keras ya, supaya Magy juga bias ikut dengar". John hanya diam.

Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 4 tahun meletakkan tangannya yang mungil di atas tangannya yang kasar mengatakan: "Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar". Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin. Sambil berharap cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir ……………….


Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi!
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!

Thursday, September 3, 2009

KISAH COLOMBUS DAN TELUR



        Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Columbus yang menemukan Benua Amerika. Setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun diangkat menjadi bangsaan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu membuat beberapa orang menjadi iri
kepadanya.

        Pada suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu. Dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian Benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Sang Penemu Benua Baru tersebut, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata," "Apa hebatnya dia ?? Dia cuma berlayar dan  kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu". Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. "Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka
ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya"

        Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus. Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang ellips/hampir bundar, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Setiap dicoba didirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya mereka pun menyerah.

        Kini tiba giliran Columbus. Columbus memegang telur rebus itu di atas meja dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya Columbus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih (tidak lonjong lagi) sehingga telur tersebut bisa berdiri tegak di atas meja. Melihat hal tersebut, orang-orang yang iri dengan sinis berkata "Ah… kalo caranya seperti itu, kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri" Dengan bijak dan sambil tersenyum, Columbus berkata "KALO BEGITU, MENGAPA TIDAK KAMU MELAKUKANNYA ?"

        Cerita di atas hendak memberitahukan kita bahwa KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN BERASAL DARI SUATU TINDAKAN NYATA ATAS GAGASAN. Columbus dan beberapa orang pada masa itu mempunyai gagasan atau teori tentang bumi yang bulat. Teori tersebut merupakan teori yang jelas-jelas bertentangan dengan kepercayaan dunia pada waktu itu yang
mempercayai bahwa buki itu datar seperti piring. Ketika Columbus mengutarakan niatnya untuk melakukan ekspedisi lautnya, banyak orang, termasuk keluarganya, yang menganggapnya gila. Namun Columbus tetap teguh dan gigih pada pendiriannya. Perjuangan Columbus tidaklah ringan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Ancaman hukuman mati
atas pengingkaran hukum Tuhan sampai pemberontakan anakbuah kapalnya, ia hadapi dengan tegar sehingga pada akhirnya Sejarah mencatatnya sebagai salah satu penemu benua dan pelaut andal.

      Seringkali kita menemukan orang atau bahkan diri kita juga mengalaminya yaitu kita mempunyai gagasan / ide / konsep namun terlalu takut untuk mewujudkannya dalam sebuah aksi nyata, dan akhirnya ide itu hanya menjadi semu. Ketakutan atas kegagalan, penilaian miring orang lain, penderitaan dan sebagainya membuat kita terhalang untuk menemukan kesuksesan. Ketakutan ini pula yang membuat kita terkadang merasa iri akan keberhasilan orang lain. Kita sering berkata miring atas keberhasilan orang lain"Ah…dia sih cuma beruntung aja,…Aku pun bisa melakukannya" Jadi apa yang anda pilih ? GAGAL KARENA TERLALU TAKUT UNTUK GAGAL ? ATAU BERHASIL KARENA TIDAK TAKUT GAGAL ? HANYA ANDA YANG BISA MEMILIH.


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.