Tuesday, May 5, 2009

SMM Itu Ternyata Mudah dan Murah

Idenya adalah bagaimana setiap organisasi yang ingin menerapkannya bisa dengan mudah dan murah memperoleh dan memahaminya. Sehingga mereka akan lebih berfokus dengan bagaimana cara menerapkannya dengan lebih baik dan semakin lebih baik dari waktu ke waktu.

Apakah Anda dapat melakukannya sendiri? Jika Anda mau sedikit berusaha dan mempunyai cukup waktu, maka jawabannya tentu saja ya. Harus mempunyai kemampuan untuk melakukan interpretasi standar ISO 9000 secara mendasar, kemampuan untuk menyederhanakan, dan memiliki pengertian bisnis yang tajam. "Harus memiliki pengertian bisnis! Selalu tanyakan bagaimana tiap aspek dari sistem ISO 9000 Anda membantu meningkatkan bisnis Anda; apabila jawaban Anda tidak meyakinkan, sistem ISO 9000 Anda butuh bantuan!" Dan dalam eBook ini Anda akan menemukan jawabannya.

Maka lahirlah eBook saya yang pertama ini.
Produk eBook dalam http://www.wahanausaha.com


Silahkan pelajari selengkapnya di http://www.wahanausaha.com

Monday, May 4, 2009

Menembus Keterbatasan

 
----- Original Message -----
Sent: Friday, May 11, 2007 1:17 PM
Subject: Menembus Keterbatasan

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ?
Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api.
Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang
yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak
pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan
dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua
itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi.
Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu"
dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer. Andre Wongso,
tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .

Contoh lain mantan Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak
menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.

Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.

BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !

Salam SUKSES SELALU dan TETAP SEMANGAT   

Saturday, May 2, 2009

Arti Besar Catatan



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: The Acesia <sj2392002@yahoo.com.sg>
Kepada: The-Acesia@yahoogroups.com
Terkirim: Jumat, 2 Juni, 2006 15:37:58
Topik: [The-Acesia] The Acesia Newsletter No. 55 - Juni 2006


Private victories precede public victories. You can't invert that
process any more than you can harvest a crop before you plant it
- Stephen Covey -

Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out
Robert Thourier -



        Sisihkan waktu untuk merencanakan pekerjaan dan kehidupan
Anda setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan. Periksa kembali
apakah tak ada yang terlupa. Perencanaan kecil semacam ini akan
mencegah munculnya persoalan dalam perjalanan pekerjaan Anda. Dengan
bertindak demikian maka kehidupan Anda pun akan berjalan dengan mulus.

        Seringkali kita merasakan tidak punya waktu untuk
merencanakan pekerjaan dan hidup kita, karena sudah sangat sibuk
untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul. Akan tetapi kita
tidak sadar bahwa, sering kali, persoalan-persoalan tersebut justru
muncul karena tidak adanya perencanaan yang tajam. Memang, tidak
semua persoalan bisa diselesaikan di depan. Atau semuanya bisa
dicegah, setajam dan selama apapun perencanaan dan persiapan
dilakukan. Akan tetapi banyak sekali yang dapat dihemat dengan
melakukan perencanaan dan persiapan yang matang: hemat waktu, uang,
energi. Perencanaan juga dapat mencegah kita untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu.

Untuk mempertajam perencanaan, biasakan Anda melakukan hal-hal di
bawah ini :

        Rencanakan setiap langkah kegiatan atau prosedur baru, cari
titik-titik yang bisa menjadi hambatan dalam setiap tahap, dan
perkirakan cara terbaik untuk mencegah atau mengatasinya
Pastikan bahwa penugasan-penugasan benar-benar dipahami oleh staf dan
kelompok di lingkungan tanggung jawab Anda
Perhatikan tahap awal pelaksanaan setiap pekerjaan, karena biasanya
pada tahap ini persoalan mulai muncul
Catatlah setiap malam, apa-apa saja kekurangan dalam  pelaksanaan
pekerjaan  hari ini, dan rencanakan apa-apa saja yang akan anda
lakukan esok hari, agar pelaksanaan pekerjaan akan lebih baik dari
hari ini dan seterusnya

        Mencatat adalah kegiatan yang sering kita abaikan. Padahal,
mencatat itu adalah bagian penting untuk menghemat memori ingatan
kita. Seringkali kita lupa apa yang kita ingat kemarin hanya karena
tidak dicatat, dan baru teringat keesokan harinya atau bahkan
seminggu kemudian.

Jadi, rencanakan dengan matang, dan jangan lupa mencatat !

Sumber : ESENSI KEPEMIMPINAN : MEWUJUDKAN VISI MENJADI AKSI" karangan
Erry Riyana Hardjapamekas

Kiriman dari member
Debby Susanti
Surabaya


           *********************************************




Wajib militer di Indonesia?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!