Showing posts with label Manajemen Emosi. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Emosi. Show all posts

Wednesday, April 8, 2009

Internet Business with Emotional Intelligence

---------- Pesan terusan ----------
Dari: Anthony Dio Martin Official Site <anthonydiomartin@yahoo.com>
Tanggal: 7 April 2009 03:03
Subjek: Anthony Dio Martin Official Site
Ke: tristanto.wahono@gmail.com


Dimuat di Bisnis Indonesia 20 Maret 2009

"The Internet will help achieve 'friction free capitalism' by putting buyer and seller in direct contact and providing more information to both about each other." - Bill Gates

Pertanyaan :

Pak Martin, saya anak kuliahan, saya ingin sekali berbisnis lewat bisnis on line. Tetapi bagaimana caranya ?

Anggie, Banjarmasin - gie_xxxx@yahoo.co.id

Jawaban :

Salam Antusias, Rekan Anggie!

Memang saat ini perkembangan teknologi dalam dunia internet sedang mengalami percepatan yang luar biasa, dimana percepatannya bukanlah percepatan linear tetapi percepatan yang eksponensial. Saya pun jadi teringat sebuah hukum mengenai perkembangan telekomunikasi yang semakin eksponensial yang dipopulerkan oleh Robert Metcalfe yang terkenal dengan sebutan Hukum Metcalfe.

Dulunya orang hanya dapat berkomunikasi dengan via surat maupun telepon, tetapi seiring dengan perkembangan jaman saat ini yang paling signifikan adalah dengan perkembangan teknologi internet. Dimana teknologi ini dimulai awalnya hanya untuk membantu pendidikan dan militer, tetapi saat ini penggunaannya sudah sangat luas menjadi sumber informasi bahkan sebuah peluang bisnis yang menjanjikan.

Awalnya untuk orang dapat melakukan koneksi internet diperlukan seperangkat komputer (PC) bahkan sebuah notebook, untuk saat ini untuk menggunakan fasilitas internet dapat dilakukan dengan menggunakan handphone bahkan dengan perangkat yang saat ini sedang menjadi trend di dunia bahkan di Indonesia yaitu blackberry.

Seiring dengan perkembangan seperti ini, tidaklah mengherankan internet menjadi sebuah peluang yang bagus untuk berbisnis. Apalagi Rekan Anggie yang masih berkuliah, ini bagus sekali untuk memulai mentalitas berbisnis selagi masih muda.

Untuk memulai sebuah bisnis online ada 3 langkah dasar yang diperlukan :

1. Menemukan produk / jasa apa yang mau kita jual.

Produk tersebut bisa kita buat sendiri (seperti baju, sepatu, tas, buku, ebook, script program, program yang kita buat, dan lain - lain – diperlukan kreatifitas dalam membuat produk, dan disarankan untuk melihat kebutuhan pasar) atau bisa juga menjual produk yang dijual oleh orang lain dengan cara afiliasi (menjual produk orang lain dengan sistem komisi / bagi hasil) ataupun bersama – sama dengan orang lain membuat suatu produk (Joint Venture atau sering disebut dengan JV). Atau bisa juga menawarkan jasa seperti pembuatan design kartu nama, jasa pembuatan website, jasa penjualan rumah, dll. Saya pun jadi teringat kata – kata dari sang pendiri Apple, Steve Jobs yang mengatakan "Innovation distinguishes between a leader and a follower!" Jadi kalau mau menjadi business leader di Internet harus ada kreatifitas dalam melakukan inovasi. Ayo, pakai kreatifitas dan berani untuk melakukan langkah awal, berani mencoba dan berani untuk gagal!

2. Membuat sebuah website untuk menjual produk.

Diperlukan layanan untuk membeli domain (nama website) serta hosting (tempat kita menyimpan file untuk website yang dibuat). Cara termudah bisa saja menggunakan program Content Management System (CMS) untuk membuat website seperti Joomla, Mambo, Wordpress atau Blog. Silahkan cari informasinya di Internet via Google atau mencari bukunya yang banyak juga dijual di toko buku.

3. Mempromosikan website.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan website, bisa melalui iklan, kasi tau ke teman – teman, membuat stiker, dll. Banyak cara – cara kreatif yang dapat dilakukan untuk mempromosikan suatu website. Cobalah juga mencari melalui Google atau buku – buku mengenai internet marketing karena banyak sekali buku – buku seperti ini.

Yang paling terpenting untuk meraih kesuksesan dalam Internet Business adalah dengan melibatkan unsur – unsur emosional dalam menjalankan bisnis. Dalam hal ini peran kecerdasan emosional memiliki peran yang penting. Masih ingatkah dengan kata – kata dari Daniel Goleman, yang mempopulerkan kecerdasan emosional (EQ) di dunia yang mengatakan bahwa kesuksesan 20% tergantung dari IQ dan 80% tergantung dari EQ.

Dalam menjalankan bisnis di Internet layaknya juga sama seperti menjalankan bisnis di dunia nyata (offline business) hanya saja menggunakan media Internet. Diperlukan juga yang namanya menjaga hubungan dengan customer maupun calon customer (leads), membuat hubungan yang semakin personal (personal touch), memberikan apresiasi atau ucapan selamat ulang tahun misalnya. Selain itu sebagai pebisnis, kita juga harus melibatkan EQ dalam menjalankannya seperti selalu terus memotivasi diri untuk berjuang, memiliki mentalitas pemenang, dan lainnya.

Jadi kesimpulannya dalam menjalankan bisnis baik offline maupun online, alangkah baiknya jika kita juga melibatkan unsur – unsur kecerdasan emosional. Semakin kita cerdas dan mengaplikasikan kecerdasan emosional kita, tentunya perjalanan kita menuju puncak kesuksesan dalam berbisnis pasti bisa dicapai!

Monday, April 6, 2009

Ditilang Polisi, dan Polisi itu temenku... posting ke blog


From: erman [mailto:erman@kyb.co.id]
Sent: Tuesday, January 20, 2009 12:22 PM
To: Rudy Irawan; Rowin Lie; Arry Kuswarto; idam D; tari; santi; Danny CPC; Imam P; supry@kyb.co.id; Herman; Bimo H; Roisuddin; annas N; Riky; Venu; Hainura; nurQa; Dwiyonoloka, Banowo; utomo; Wahono, Tristanto; Nanih; Leni Juniarsih; Maximus; Andi Kusuma; Andhika
Subject: Ditilang Polisi, dan Polisi itu temenku

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. 
Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. 
Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. 
Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. 
Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. 
Tiga meter  menjelang garis jalan,lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.
"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnyasambil terus melaju.

Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.
Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.
Dari kacaspion ia melihat siapa polisi itu.
Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khanBobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega. Ia melompat keluarsambil membuka kedua lengannya.
"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!" "Hai, Jon." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu dirumah."
"Oh ya?" Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."

"Saya mengerti. Tapi,
sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.
" Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.
Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala." Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."
Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya.
Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya.
Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela.
Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.
Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya.
Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela.

Tapi, hei apa ini.
Ternyata SIMnya dikembalikan
bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku.
Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa?
Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.
"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan.
Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.
Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan.
Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.
Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada.
Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya.
Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".
Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi.
Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana.
Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan... ....

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain.
Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita.
Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
Drive Safely Guys..

Friday, March 20, 2009

Kunci Sukses Dimulai dengan INISIATIF



---------- Pesan terusan ----------
Dari: Anthony Dio Martin Official Site
<anthonydiomartin@yahoo.com>
Tanggal: 17 Maret 2009 03:04
Subjek: Anthony Dio Martin Official Site
Ke: tristanto.wahono@gmail.com


Kunci Sukses Dimulai dengan INISIATIF

Posted: 13 Mar 2009 12:15 AM PDT

Dimuat di Bisnis Indonesia 13 Maret 2009

"Success comes from taking the initiative and following up… persisting… eloquently expressing the depth of your love. What simple action could you take today to produce a new momentum toward success in your life?" – Anthony Robbins

Sering kali kita mendengar kata inisiatif. Bahkan mungkin saja setiap dari kita sudah sering mendengarnya saat kita masih kecil atau saat kita mulai bersekolah. Bahkan, ketika kita kuliah ataupun saat mengikuti kegiatan organisasi pun, hingga saat sekarang ini, dimana kita bekerja atau melakukan bisnis, kata ini kerapkali terdengar.

Orang – orang di sekitar kita pun sering mengatakan, "Kalau mau sukses dan berhasil, intinya mesti dimulai dari insisiatif!". Bahkan seorang motivator kelas dunia seperti Anthony Robbins pun mengatakan bahwa kesuksesan itu datangnya dari inisiatif.

Saya pun teringat dengan sebuah cerita yang pernah diceritakan oleh teman saya. Alkisah ada seseorang yang bekerja kepada seorang bangsawan di Eropa. Suatu ketika, istri bangsawan itu memanggil seorang pekerjanya untuk diajak berbicara. "Andrew, berapa lama Anda sudah tinggal dan bekerja bersama kami?", tanya istri bangsawan itu. "Kira – kira sekitar dua puluh lima tahun, Nyonya" jawab Andrew. "Oiya, saya ingat kalau engkau dipekerjakan untuk memelihara satu-satunya kuda perang waktu itu.", kata sang Nyonya. "Benar sekali, Nyonya," jawab Andrew. "Andrew, kuda itu sudah mati sepuluh tahun yang lalu", ujar sang Nyonya kepada Andrew. "Benar sekali, Nyonya." Jawab Andrew. "Jadi, apakah yang harus saya lakukan sekarang?", lanjutnya.

Hey! Jangan – jangan kita sama seperti Andrew. Banyak orang tidak memiliki inisiatif dan menunggu selama bertahun-tahun agar orang lain memberitahukan kepadanya apa yang seharusnya dia lakukan. Sehingga segala kesuksesan, keberhasilan, prestasi serta pencapaian – pencapaian yang harusnya telah kita raih tidaklah kita dapatkan dikarenakan kurangnya inisiatif dari kita.

4 Kategori Pribadi Berdasarkan Inisiatifnya

Secara pribadi, saya ingin membagi 4 kategori orang berdasarkan tingkatan inisiatifnya. Keempat kategori itu adalah :

Orang tipe pertama, orang-orang yang tidak pernah melakukan hal yang benar, tidak peduli apapun yang dikatakan kepadanya.

Orang yang termasuk dalam kategori pertama ini sering kali menjadi sumber masalah baik di dalam pekerjaan maupun dalam hubungan interaksinya. Selain cuek, yang memperparah mereka adalah meskipun sudah diberitahukan hal yang benar, mereka tidak dapat mengerjakan sesuatunya dengan benar. Namun, ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi. Bahkan, kita tidak perlu 'menyepak' orang-orang ini dari organisasi kita. Saya pun teringat pepatah dari novelis, Robert A. Heinlein yang pernah mengatakan, "A society that gets rid of all its troublemakers goes downhill." Ya, organisasi yang mengeluarkan para troublemakernya, malahan akan terpuruk. Saat ini, di tempat dimana kita menjadi sang pemimpin, mungkin saja ada orang – orang yang masuk dalam kategori ini. Langkah terbaik yang harus kita lakukan bukanlah secara langsung dengan menghindari orang tersebut tetapi mulailah dengan mengajak orang tersebut dalam proses coaching atau counseling. Mungkin saja ada pengalaman – pengalaman masa lalu yang menyebabkan dirinya menjadi seperti itu. Ketika bisa diperbaiki, orang ini bisa jadi justru menjadi aset yang berharga.

Orang tipe kedua, orang-orang yang melakukan hal benar setelah diberitahukan lebih dari satu kali.

Dibandingkan dengan tipe pertama, maka orang yang masuk dalam kategori ini tentunya lebih baik. Jika dalam tim terdapat orang seperti ini, hal yang perlu dilakukan adalah sedikit bersabar. Mungkin juga sebagai pemimpin, kita tidak memberikan arahan yang cukup jelas. Janganlah langsung menyalahkan mereka.

Orang tipe ketiga, orang-orang yang melakukan hal yang benar saat diberitahukan sekali.

Rata – rata sebagian besar orang – orang di dalam tim biasanya masuk dalam kategori ini. Orang dalam kategori ini merupakan kelompok terbesar, sehingga kelompok ini dapat disebut sebagai kelompok standard (rata – rata). Jika saat ini Anda mau menjadi orang luar biasa, maka perlu bergerak dari kelompok ini menjadi pribadi yang masuk ke orang dalam kategori keempat.

Orang tipe keempat, orang-orang yang melakukan hal benar tanpa harus diberitahukan.

Inilah yang dikategorikan sebagai orang yang memiliki inisiatif. Untuk belajar tentang inisiatif, saya jadi teringat pada masa kecil saya dimana saya suka sekali mengamati kegiatan yang dilakukan oleh semut. Semut - semut, meskipun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya, mereka mengumpulkan makanan pada waktu musim panas. Setiap kali ada kesempatan, mereka selalu mengumpulkan makanan dan selalu bekerja sama dalam mengumpulkannya. Semuanya tampak terjadi, tanpa ada yang mengkomando. Nah, jika semut saja bisa, harusnya setiap kita pun mampu melakukannya.

Jadi, kita bisa simpulkan bahwa salah satu rahasia besar untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dan berhasil, adalah kemauan untuk mengambil berbagai inisiatif. Untuk itu, janganlah memiliki sikap hanya menunggu bola datang menghampiri, tapi yang harus dilakukan adalah menjemput bola kemudian cetaklah gol dalam kehidupan. Ini khususnya berlaku dalam bidang-bidang sales atau pun bisnis kepada customer.

Namun, dalam banyak pembicaraan, saya sering menemukan sekali orang yang hanya terus menunggu datangnya kesempatan. Mereka terus berharap akan adanya peluang yang datang menghampiri hidup mereka. Tentunya sampai beberapa tahun pun mereka akan tetap didapati sebagai orang yang dalam posisi yang sama. Alih – alih menunggu datangnya kesempatan dan peluang dalam hidup kita, lebih baik kita mempersiapkan hidup kita saat ini dengan terus mengasah skill dan kemampuan, membangun networking, dll. Pastikan pada saatnya kesempatan itu datang, Anda sudah siap! Saya pun jadi teringat oleh sebuah pepatah yang pernah disampaikan oleh sahabat saya, "Janganlah berdoa supaya kesempatan datang, tetapi berdoalah supaya Anda siap saat kesempatan datang!"

Mungkin Anda pernah mengalami saat-saat dimana kesempatan datang , tetapi Anda justru belum siap. Betapa sayangnya! Maka, mulai saat ini mari berjanjilah untuk menjadi pribadi yang berinisiatif serta mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga saat peluang ada di depan mata, Anda dapat meraihnya sehingga mampu mengenggam sukses dan keberhasilan Anda!

Mentor Sejati

Posted: 05 Mar 2009 10:21 PM PST

Dimuat di Bisnis Indonesia 6 Maret 2009

Every kid needs a mentor. Everybody needs a mentor - Donovan Bailey

Dalam perjalanan menuju ke suatu tempat pelatihan di daerah Sumatera Utara, sepanjang perjalanan tersebut saya banyak berbincang-bincang dengan seorang bapak yang kebetulan menyupiri mobilnya untuk mengantarkan saya ke tempat seminar. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah perbincangannya mengenai topik perjalanan hidup.

Sepanjang perjalanan, sang bapak tersebut yang sebelumnya mengetahui profil saya, tidak habis – habisnya bertanya segala hal yang berkaitan tentang diri saya. Pertanyaannya yang menarik bagi saya, sampai – sampai hal ini menjadi ide artikel saya adalah mengenai siapa yang menjadi mentor saya.

Sesaat setelah pertanyaan itu diajukan, saya pun terdiam sesaat. Mengenang perjalanan hidup masa lalu saya yang begitu susahnya hingga bisa seperti sekarang. Saya pun menyadari hal ini dapat terjadi dalam hidup ini dikarenakan hadirnya mentor – mentor yang berperan penting di dalam kehidupan ini. Saya pun teringat suatu pepatah yang mengatakan, jika kita mau belajar mengenai sesuatu maka carilah seorang mentor yang dapat membimbing kita.

Saya sepenuhnya setuju dengan pernyataan tersebut. Dan kalau kita mengamati orang – orang sukses di dunia ini pastiah memiliki mentor yang akhirnya membantu membawa mereka ke puncak kesuksesannya. Kita ambil contoh saja. Napoleon Hill, penulis legendaris pertama di bidang Personal Success, ternyata banyak dimentor oleh Andrew Carnegie. Kesuksesan Donald Trump, tidak lepas dari bimbingan langsung ayahnya. Sementara, Robert Kiyosaki, jelas-jelas mengatakan "ayah kayanya" sebagai mentor pribadinya. Dari hal ini bisa saya simpulkan, dibalik orang yang telah sukses dalam hidupnya, pastilah ada orang yang telah membimbing mereka menjadi seperti itu.

Orang – orang yang duduk bersama dengan sang mentor tentunya sedikit banyak akan mewarisi keahlian yang juga dimiliki oleh sang mentor. Nah, hingga disini Anda mungkin bertanya bagaimana mendapatkan mentor yang tepat tersebut? Sebenarnya, mencari mentor bisa dimana saja asal kita mau, kita bisa mengajak seseorang yang kita mau belajar darinya dengan mengajak makan bersama, bertemu, berdiskusi, atau bisa juga mentor kita adalah buku, cd audio, dll yang kita bisa pelajari pola pemikirannya.

Hingga disini, perlu saya tegaskan bahwa sebagai seorang pemimpin, kita tidak ingin berakhir hanya sebagai seorang yang dimentor saja. Tujuan akhir kita tentunya adalah menjadi mentor itu sendiri! Terlebih lagi di Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis. Indonesia, negara kita ini memerlukan begitu banyak mentor yang akan membantu mengembangkan banyak orang untuk menjadi orang yang maksimal dalam hidupnya, sehingga ujung – ujungnya situasi dan kondisi negara ini bisa menjadi baik.

Saya sendiri secara pribadi, menemukan minimal ada 2 hal yang perlu dilakukan untuk menjadikan kita sebagai seorang mentor yang sejati.

Pertama, seorang mentor sejati haruslah mampu mengenali apa yang menjadi potensi dari orang yang dimentor.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan "Mentor: someone who can make your hindsight become your foresight". Ya, untuk menjadi seorang mentor yang sejati tentunya kita harus dapat mengenali apa yang menjadi kelebihan serta potensi tersembunyi (hindsight) seseorang, hingga akhirnya bisa menjadi potensi yang sebetulnya bisa dikembangkan (foresight).

Kedua, mengembangkan serta memaksimalkan potensi orang yang kita mentor.

Hal yang kedua, tentunya setelah sebagai mentor, kita juga harus bergerak kepada proses membantu orang yang kita mentor mencapai kemaksimalan dalam potensinya.

4 Tahapan Kemajuan Mentoring

Sekarang bagaimanakah tahapan – tahapan untuk mengembangkan orang yang kita mentor? Ada tahapan yang lebih spesifik yang tentunya dapat Anda temukan saat mengikuti workshop "Coaching & Counselling Excellency" yang akan diadakan di akhir bulan ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan ada 4 tahapan proses untuk membantu seseorang menjadi maksimal dalam potensinya.

Tahap pertama – I Do You Watch.

Tahap pertama ini saya sebut sebagai tahap belajar, dimana orang yang kita mentor kita libatkan untuk banyak melakukan observasi terhadap apa yang kita kerjakan. Mereka diminta belajar memahami pola – pola yang kita lakukan, sehingga di dalam dirinya akan muncul inspirasi untuk dapat melakukan hal – hal yang sama bahkan lebih baik. Disini seorang mentor harus dapat menjadi model, sehinggi orang yang dimentor dapat memodel prinsip – prinsip yang bekerja, yang akhirnya akan membantunya mencapai kemaksimalan.

Tahap kedua – I Do You Help.

Setelah tahap pertama, maka proses selanjutnya adalah dengan mulai melibatkan orang yang kita mentor untuk mulai membantu hal – hal yang sedang kita lakukan atau kerjakan. Dalam proses ini, tentunya orang yang kita mentor akan lebih memahami proses yang sedang kita lakukan karena mulai untuk dilibatkan dalam proses yang sedang dilakukan oleh sang mentor.

Tahap ketiga – You Do I Help.

Setelah mencapai tahap kedua, maka pergerakan selanjutnya adalah di tahap yang ketiga. Dimana orang yang kita mentor harus sudah berani untuk take action melakukan apa yang saat ini sedang kita kerjakan. Disini sebagai seorang mentor, tugas kita adalah menjadi supervisor yang mamberikan saran, masukan (feedback) untuk pengembangan lebih jauh menuju potensi maksimalnya.

Tahap terakhir – You Do I Watch.

Di tahap terakhir inilah kita sebagai seorang mentor benar – benar melepaskan orang yang kita mentor untuk bergerak sendiri. Sampai di posisi ini, tugas seorang mentor dalam mensupervisor tidaklah sebanyak tahap – tahap awal. Biasanya orang yang dimentor yang sudah dalam tahap ini, jika mengalami kesulitan atau kendala, maka secara otomatis akan datang dan menghampiri kita sebagai mentor untuk mendapatkan masukan atau feedback.

Jika sudah sampai tahap ini, maka proses menjadi seorang mentor yang sejati sudah berjalan setengah jalan. Lho koq baru setengah? Iya, mengutip kata – kata dari pakar leadership dunia, John Maxwell yang mengatakan bahwa seorang pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang dapat menghasilkan pemimpin yang menciptakan pemimpin selanjutnya. Begitu pula sebagai seorang mentor yang berhasil adalah saat orang yang kita mentor berhasil menjadi mentor bagi orang lain yang akhirnya merupakan mentor juga. Jadi marilah menjadi mentor yang sejati bagi kemajuan bangsa kita tercinta ini!

Artikel ini telah dipublikasikan dalam Media Bisnis Indonesia
Kolom Motivasi
Hari Jumat tanggal 6 Maret 2009

Monday, March 9, 2009

Jean Dominique Bauby

Diambil dari: Anonim

Pernah membayangkan, bagaimana seseorang menulis buku, bukan
dengan Tangan atau anggota tubuh lainnya, tetapi dengan kedipan
kelopak mata kirinya ? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil
untuk dilakukan, tentu saja Anda belum mengenal orang yang bernama
Jean-Dominique Bauby. Dia pemimpin redaksi majalah Elle, majalah
kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.

Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun
kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang
begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya
diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean dalam menempuh
hidup ini, pasti Anda akan berpikir, "Berapa pun problem dan stres
dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan
dengan si Jean !"

Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh
tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut Locked-In Syndrome,
kelumpuhan total yang disebutnya "Seperti pikiran di dalam botol".
Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa
berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat
diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi
Itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah
sakit, keluarga dan temannya.

Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat,
teman-temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan
berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang
dipilihnya. "Bukan main," kata Anda.

Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita,
kegiatan Menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun,
kalau kita disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barang kali kita
harus menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi
mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang
dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.

Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah
menyelesaikan Memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa.
Judulnya, "Le Scaphandre et le Papillon" (The Bubble and the
Butterfly).

Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang
digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap
berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun
untuk menelan ludah pun dia tidak mampu, karena seluruh otot dan
saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah
bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik
dan tetap menjadi seorang manusia. Bahkan bersedia berperan langsung
dalam film yang mengisahkan dirinya.

Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan
kondisinya yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang
hidup tanpa punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang
selalu mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika
mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat
cuaca panas juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak
punya anak juga mengeluh. Carl Jung, pernah menulis
demikian: "Bagian yang paling menakutkan dan sekaligus menyulitkan
Adalah menerima diri sendiri secara utuh, dan hal yang paling sulit
dibuka adalah pikiran yang tertutup !"

Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang
sedang stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri
maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak
bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru
mendapat musibah kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK,
ingatlah kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan
menggerakkan anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan
berbahagialah...! Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut
abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank
(berpikir, kemudian berterima kasih / bersyukur).

Kunci kebahagiaan adalah bersyukur ! Mensyukuri apa yang
kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita bisa hidup
di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak meminta
(menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa yang bisa
diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah seseorang
yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.

Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup. Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang telah banyak mengalami kegagalan. Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Tetapi, untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha. Sukses untuk anda !



Salam SUKSES SELALU dan TETAP SEMANGAT

--
Posted By Tristanto Wahono to WahanaSukses - Create your own destiny at 6/22/2007 03:53:00 PM

Saturday, March 7, 2009

Dare Dreamer atau Daydreamer?

Dimuat di Bisnis Indonesia 6 Februari 2009

"Happy are those who dream dreams and are ready to pay the price to make them come true." – Leon Joseph Cardinal Suenens

Baru-baru ini, saya menyaksikan tayangan biografi Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, Barack Hussein Obama. Menilik perjalanan hidupnya, sangat sulit terbayangkan bagaimana anak yang ditinggal oleh ayah kandungnya sejak kecil dan sempat berpindah tempat tinggal, termasuk pernah tinggal di Indonesia ini, akhirnya menjadi orang nomer satu di negara adidaya Amerika. Dengan darah campuran antara ibu kulit putih dan ayah keturunan Afrika, membuatnya sempat mengalami kebingungan identitas. Bahkan, di usia awalnya, Obama sempat berkenalan dengan narkoba. Namun,segalanya mulai berubah tatkala ia diterima di Harvard Law School dan mulai melihat titik terang dalam hidupnya. Mulailah Obama berani bermimpi, setahap demi setahap. Mulai dari masuk ke Kongres, menjadi Senator hingga menjadi Presiden. Sebuah perjalanan yang hanya bisa dilewati dengan berpegang teguh pada mimpinya. Pada diri Barack Obama-lah, kita melihat bagaimana pidato Martin Luther King yang terkenal, "I have a Dream", betul-betul terwujud!

Daring Dream atau Daydream?

Sudah begitu banyak buku, seminar, artikel yang mengajarkan kepada kita soal pentingnya menetapkan sebuah impian. Tetapi pertanyaannya yang terpenting sekarang: apakah yang kita miliki hanya sekedar mimpi saja (daydream) atau itu merupakan mimpi berani yang harus dicapai (daring dream)?

Dalam pembelajaran selama hidup ini, dari buku – buku yang saya baca, seminar yang penah saya ikuti, termasuk belajar dari kisah hidup Barack Obama, saya mendefinisikan ada 5 perbedaan kualitas antara yang berani bermimpi (daring dream) dengan sekedar bermimpi (daydream).

Pertama, orang yang berani bermimpi menggantungkan kepada disiplin diri untuk meraihnya, sedangkan seorang pemimpi menggantungkan kepada keberuntungan.

Seorang yang berani bermimpi, umumnya punya disiplin yang kuat untuk merealisasikan mimpinya. Ambil contoh Barrack Obama, tatkala kalah dari Bobby Rush dalam pemilihan partai Demokrat untuk U.S. House of Representative di tahun 2000, ia tidak menyerah dan masih setia mewujudkan mimpi-mimpinya. Dan dengan kepala tegak dan penuh disiplin, Barrack Obama tetap melanjutkan perjuangan prinsip-prinsipnya. Itulah salah satu disiplin mewujudkan mimpi yang ditunjukkan Barack Obama. Dalam hal ini, benarlah apa yang dikatakan motivator dunia, Jim Rohn bahwa, "Discipline is the bridge between goals and accomplishment." Jelas, hanya kedisiplinanlah yang menjadi kunci atau jembatan untuk merealisasikan setiap mimpi kita.

Kedua, pribadi yang berani bermimpi tetap terfokus pada proses pencapaian, sedangkan pemimpi selalu terfokus kepada tujuan akhir saja, serta enggan melewati prosesnya.

Lihatlah Barrack Obama. Ia memulai proses menjadi kandidat Presiden dengan tertatih-tatih, satu demi satu persaingan yang berat harus dihadapinya. Termasuk persaingan yang luar biasa adalah justru tatkala ia harus berhadapan dengan Hillary Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton yang sudah begitu dikenal. Jutaan pasang mata bisa melihat bagaimana proses perdebatan yang sengit terjadi diantara mereka, dan Obama menjadi Presiden bukannya dengan jalan yang mulus. Tetapi itulah proses perjuangan yang ditunjukkan seorang Barrack Obama. Berbicara tentang hal ini, Greg Anderson, seorang penulis dari Amerika dan pendiri American Wellness Project pernah berujar, "Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it." Sungguh tepat! Karena itu, kita pun perlu berfokus pada proses pencapaian setiap visi, impian dan cita – cita kita, sesulit apapun! Dan mulai menikmati proses dalam pencapaiannya. Herannya, tatkala kita betul-betul menikmatinya, suatu ketika kita akan merasa bahwa, tanpa disadari ternyata kita sudah bisa meraih apa yang kita angan-angankan.

Ketiga, seorang yang berani bermimpi mencari alasan untuk bertindak, sedangkan seorang pemimpi mencari alasan untuk mengeluh.

Seorang yang benar – benar berani bermimpi, memfokuskan diri kepada tindakan – tindakan yang makin mengarahkan kepada mimpinya. Sebagai seorang yang pernah berkerjasama dan menggunakan metode 'agitasi emosi'-nya Paul Allinski, Barrack Obama banyak meletakkan dirinya pada situasi dimana ia betul-betul 'marah' pada kondisinya sekarang untuk memaksanya mengambil tindakan. Itulah yang diajarkan oleh Obama. Tatkala kita tidak puas dengan kondisi sekarang dan mengharapkan yang lebih baik, janganlah mengeluh tetapi berbuatlah sesuatu yang mampu mewujudkan kondisi yang lebih baik. Fokus Obama hanya satu, yaitu bertindak untuk mencapai apa yang menjadi impiannya. Bagaimana dengan Anda? Lebih banyak berkeluh kesah atau bertindak?

Keempat, seorang yang berani bermimpi selalu mengambil inisiatif, sedangkan orang yang hanya bermimpi selalu menunggu.

Seorang pemimpi punya kecenderungan menunggu. Entah menunggu waktu baik, hari baik, kesempatan lebih baik, peluang lebih baik, rekan yang baik, tempat yang baik, dan hal baik lainnya yang selalu menjadi pre-kondisi untuk mewujudkan impiannya. Hal ini kontradiktif sekali dengan orang yang benar – benar berani bermimpi. Dalam kondisi maupun situasi apapun, orang ini selalu mengambil inisiatif. Apa yang belum ada, maka dia akan berusaha keras untuk mencari atau bahkan menciptakannya. Perhatikan Barack Obama, kelahiran tahun 1961, yang tidak menunggu lantaran usianya yang relatif muda sebagai politisi. Bandingkan dengan Obama yang tidak menunggu kesempatan datang, namun selalu mengejar bahkan menciptakan peluang. Termasuk saat Obama berusaha bergabung dengan Sidley and Austin law firms dimana ia bertemu dengan istrinya, Michelle pertama kali, sekaligus kesempatannya untuk bertemu dengan para top leader.

Akhirnya, Kelima, seorang yang berani bermimpi selalu menganggap bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi, sedangkan seorang pemimpi menganggap bahwa yang terjadi adalah tanggung jawab orang lain.

Kualitas terakhir inilah yang menjadi penentu antara seorang yang sekedar pemimpi dengan yang berani bermimpi. Mereka yang berani bermimpi, punya respon yang benar atas apapun yang terjadi. Di saat terjadi kesalahan maupun kekeliruan, diri mereka tidak mencari 'kambing hitam' untuk dipersalahkan, tetapi selalu belajar dari pengalaman itu.

Mulai saat ini, marilah menjadikan diri kita sebagai DARE DREAMER bukan hanya seorang daydreamer! Ngomong-ngomong, tahukah Anda buku pertama yang ditulis Barrack Obama yang sebagian besar diselesaikan di Bali, berhubungan juga dengan mimpi yakni, "DREAMS from My Father"! Barrack Obama adalah dare dreamer sejati!

http://www.anthonydiomartin.com/2009/02/06/belajar-dari-barack-obama/comment-page-1/#comment-24

Thursday, March 5, 2009

A R T I B E S A R C A T A T A N


Sisihkan waktu untuk merencanakan pekerjaan dan kehidupan
Anda setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan. Periksa kembali
apakah tak ada yang terlupa.. Perencanaan kecil semacam ini akan
mencegah munculnya persoalan dalam perjalanan pekerjaan Anda. Dengan
bertindak demikian maka kehidupan Anda pun akan berjalan dengan mulus.

Seringkali kita merasakan tidak punya waktu untuk
merencanakan pekerjaan dan hidup kita, karena sudah sangat sibuk
untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul. Akan tetapi kita
tidak sadar bahwa, sering kali, persoalan-persoalan tersebut justru
muncul karena tidak adanya perencanaan yang tajam. Memang, tidak
semua persoalan bisa diselesaikan di depan. Atau semuanya bisa
dicegah, setajam dan selama apapun perencanaan dan persiapan
dilakukan. Akan tetapi banyak sekali yang dapat dihemat dengan
melakukan perencanaan dan persiapan yang matang: hemat waktu, uang,
energi. Perencanaan juga dapat mencegah kita untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu.

Untuk mempertajam perencanaan, biasakan Anda melakukan hal-hal di
bawah ini :

Rencanakan setiap langkah kegiatan atau prosedur baru, cari
titik-titik yang bisa menjadi hambatan dalam setiap tahap, dan
perkirakan cara terbaik untuk mencegah atau mengatasinya
Pastikan bahwa penugasan-penugasan benar-benar dipahami oleh staf dan
kelompok di lingkungan tanggung jawab Anda
Perhatikan tahap awal pelaksanaan setiap pekerjaan, karena biasanya
pada tahap ini persoalan mulai muncul
Catatlah setiap malam, apa-apa saja kekurangan dalam pelaksanaan
pekerjaan hari ini, dan rencanakan apa-apa saja yang akan anda
lakukan esok hari, agar pelaksanaan pekerjaan akan lebih baik dari
hari ini dan seterusnya

Mencatat adalah kegiatan yang sering kita abaikan. Padahal,
mencatat itu adalah bagian penting untuk menghemat memori ingatan
kita. Seringkali kita lupa apa yang kita ingat kemarin hanya karena
tidak dicatat, dan baru teringat keesokan harinya atau bahkan
seminggu kemudian.

Jadi, rencanakan dengan matang, dan jangan lupa mencatat !

Sumber : ESENSI KEPEMIMPINAN : MEWUJUDKAN VISI MENJADI AKSI" karangan
Erry Riyana Hardjapamekas

Kiriman dari
Debby Susanti
Surabaya


Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

Friday, February 27, 2009

GAGAL, Siapa Takut?


1. PERSONAL DEVELOPMENT TIPS


G A G A L , S I A P A T A K U T ?

"Success is going from failure to failure, without lost of enthusiasm" Winston Churchill"

"Ayo Iwan, bangkit lagi donk sayang ….." kata seorang ibu yang
sedang mengajarkan berjalan kepada putranya yang berusia satu tahun.
Anda pun, saya yakin pernah mengalami proses belajar berjalan
tersebut, hingga hari ini anda bisa berjalan, berlari,
melompat-lompat, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Ingatlah kembali
proses belajar berjalan tersebut, berapa kalikah anda terguling ?
Pasti, puluhan, hingga ratusan kali mungkin. Anda pada waktu masih
kecil, walau otak sadar anda belum bisa berpikir secara logis, tapi
otak bawah sadar anda terus belajar dan belajar, bagaimanakah proses
mulai dari merangkak, berdiri, berjalan langkah demi langkah dari satu
tempat ke tempat lain. Setiap kali anda terguling, otak bawah sadar
anda akan merekam, bahwa terguling itu adalah proses dari cara berdiri
yang salah, sehingga tanpa sadar anda akan mencoba dengan cara yang
lain. Dan, bantuan dari pihak ketiga seperti orang tua anda, akan
semakin mempercepat proses belajar tersebut. Dari kepolosan kita
sebagai seorang anak, dimana kita belum mengerti apa itu gagal dan
sukses, setiap kegagalan akan dianggap sebagai suatu proses untuk
belajar mencari mana yang terbaik.

Saat anda mulai beranjak dewasa, andapun sering mengalami
proses belajar dari kegagalan dalam bentuk yang lain. Ingat pada waktu
anda belajar berenang, atau belajar naik sepeda ? Jarang sekali orang
yang saat belajar berenang tidak pernah kemasukan air di hidungnya,
atau mungkin terjatuh pada waktu belajar naik sepeda pertama kali.
Tapi karena tekad anda begitu besar, akhirnya melalui berbagai proses
jatuh bangun dan sebagainya, anda bisa menjadi seorang yang cukup
mahir berenang atau bersepeda.

Jika melihat dari contoh-contoh yang mungkin pernah kita alami
tadi, sebenarnya kita sudah pernah berkali-kali belajar dari kegagalan
mulai dari kita kecil. Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan hidup
anda saat ini ? Apakah anda masih tetap mempertahankan prinsip belajar
dari kegagalan tersebut dalam setiap bidang kehidupan, ataukah mungkin
kini anda seringkali menyerah, dan anda akan mengeluarkan berbagai
alasan untuk menunjukkan bagaimana hambatan yang ada menghimpit hidup
anda ?

John Maxwell, salah seorang motivator dan filosofis terkenal
dari Amerika, mengatakan dalam bukunya "FALLING FORWARD" bahwa
kegagalan yang terjadi dalam sisi apapun dalam kehidupan manusia,
seringkali dilihat dari sisi yang salah. Padahal jika kita mencoba
melihat dari sisi yang lain, kita bisa mendapatkan banyak manfaat yang
luar biasa. Kesalahan-kesalahan tentang persepsi kegagalan itu menurut
John Maxwell adalah sebagai berikut :

1.Orang menyangka kegagalan itu dapat dihindarkan, padahal tidak
Jarang sekali ada orang yang bisa langsung sempurna melakukan sesuatu
pada kesempatan pertama. Jika anda berharap bisa langsung sempurna
dalam melakukan sesuatu tanpa kegagalan, mungkin anda justru tidak
akan pernah melakukannya. Jadi hadapilah kegagalan itu, dan
pelajarilah untuk lebih baik pada kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya

2.Orang menyangka kegagalan itu suatu peristiwa, padahal bukan
Kegagalan bukan suatu peristiwa, tapi HASIL dari tindakan-tindakan
yang sudah kita lakukan sebelumnya. Ambil sebuah contoh, anda
melakukan suatu presentasi kepada klien, tapi ternyata presentasi anda
ditolak. Bukan berarti anda gagal di presentasinya, tapi mungkin
karena persiapan yang kurang lama, materi yang tidak lengkap, dan
sebagainya.

3.Orang menyangka kegagalan itu obyektif, padahal tidak
Kegagalan itu sifatnya sangat subyektif, bukan obyektif. Bisa saja
menurut anda gagal, tapi tidak menurut orang lain. Respons anda
sendirilah yang bisa menentukan apakah suatu tindakan gagal atau berhasil.

4.Orang menyangka kegagalan itu sebagai musuh, padahal bukan
Jangan menghindari kegagalan, tapi belajarlah dari kegagalan itu untuk
memperbaiki diri. Herbert V. Brocknow bahkan mengatakan bahwa "Orang
yang tak pernah membuat kegagalan, akan diperintah oleh orang yang
pernah membuat kegagalan". Anda akan belajar lebih banyak dari yang
pernah anda pelajari jika mau menganggap kegagalan sebagai `teman'
untuk menjadi lebih baik

5.Orang menyangka kegagalan itu sifatnya final, padahal kegagalan
hanyalah suatu proses menuju sukses
Jika kita pada waktu sekolah tidak naik kelas …..kita merasa dunia
seolah runtuh. Semua nampak kelam dimata kita. Tapi, apakah semuanya
akan habis begitu saja ? Semua tentu tergantung persepsi kita saat
memandangnya. Kita masih punya kesempatan untuk mengulang, untuk
belajar lebih rajin dan tekun. Tidak naik kelas bukan final sifatnya,
tapi suatu peringatan agar kita mau memperbaiki proses belajar kita lagi.

Jadi, bagaimanakah anda sekarang mempersepsikan suatu kegagalan ?
Beranikah anda kini mencoba untuk siap menerima suatu kegagalan, dan
belajar daripadanya ? Selama kita masih terkungkung ketakutan akan
kegagalan, kita akan terus berada dalam level yang sama. Tapi saat
anda berani menerima kegagalan, memperbaiki diri dan berusaha terus,
anda akan menciptakan pertumbuhan untuk meningkatkan level kehidupan
anda.
Sukses selalu !

SONNY VINN
Moderator milis The Acesia (www.the-acesia. tk ), Motivational Speaker
Pengarang buku motivasi best seller "SLAM DUNK For SUCCESS"


2. MOTIVATIONAL QUOTES

Every man is an impossibility until he is born
- Ralph Waldo Emerson -

Nothing great will ever be achieved without great men, and men are
great only if they are determined to be so
- Charles De Faulle -

The only way to discover the limits of the possible is to go beyond
them into the impossible
- Arthur Clarker -

It is only with the heart that one can see rightly ; what is essential
is invisible to the eye
- Anthony Exupery -

Hold yourself responsible for a higher standard than anybody else
expect of you
- Henry Ward -

Everytime a value is born, existence takes on a new meaning ; every
time one dies, some part of that meaning passes away
- Joseph Krutch -

Man are wise in proportion, not to their experience, but to their
capacity for experience
- George Bernard Shaw -

We are what and where we are because we have first imagined it
- Donald Curtis -

Monday, December 29, 2008

7 Teknik Mendinginkan Emosi

Hi,teman-teman ada kiriman artikel dari teman nih.
Semoga bermanfaat ya..........

7 Teknik Mendinginkan Emosi
Senin, 22 September 2008 | 10:27 WIB

Dalam sebuah hubungan, pertengkaran memang tidak bisa dihindari. Jika tidak hati-hati, masalah kecil akan menjadi besar. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, simak tips mendinginkan suasana ini.

1. Tenang
Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin 'meledak'.
Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan 'ledakan' itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.

2. Hindari Kata 'Selalu' Dan 'Tidak Pernah'
"Kamu selalu begitu" atau "Kamu tidak pernah mengerti perasaanku". Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.

3. Stop Berultimatum
Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir.
Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.

4. Jangan Katakan "Aku benci Kamu"
Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, "Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu", akan lebih enak didengar dibandingkan "Aku benci padamu".

5. Toleran
Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang 'panas' hati.
Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.

6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru.

7. "Maaf"
Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.

Bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. Nyatakan perasaan cinta Anda dan peluk dia!


From: HRExcellency_Club@yahoogroups.com [mailto:HRExcellency_Club@yahoogroups.com] On Behalf Of Vera H. Setiawan

Surat dari Anak Pintar

Selamat Pagi..

sebuah intermezo singkat tentang anak yang ingin ayahnya berfikir lebih kecil tentang masalahnya..... (supaya tidak emosi).....



SURAT DARI ANAK PINTAR

Sang Ayah mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop
bertuliskan
"Untuk ayah" diatas kasurnya.. perlahan dia mulai membuka surat itu...


Ayahku tercinta,

Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah
membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama
kekasihku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia.. ayah juga pasti akan
setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat ditubuhnya, juga
engan
motor bututnya serta rambut gondrongnya. Dia sudah cukup dewasa meskipun
belum begitu tua (aq pikir jaman sekarang
42 tahun tidaklah terlalu tua). Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dy
ayah dari anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk membiarkan
anak
ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama.

Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan extacy
yang
sangat luas, dia juga telah meyakinkanku bahwa marijuana itu tidak begitu
buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli
pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dy bisa segera
sembuh.
Aq tahu dia juga punya cewek lain tapi aq percaya dia akan setia padaku
dengan cara yang berbeda.

Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa
menjaga diriku. Salam sayang untuk kalian semua. Oh iya, berikan bonekaku
untuk adik, dia sangat menginginkannya.

----

Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran, sang ayah membaca
lembar kedua surat dari putri tercintanya itu...

ps: Ayah, .. tidak ada satupun dari yang aku tulis diatas itu benar, aku
hanya ingin menunjukkan ada ribuan hal yg lebih mengerikan daripada nilai
Rapotku yg buruk. Kalau ayah sudah menandatangani rapotku diatas meja,
panggil aku ya...Aku tidak kemana2 saat ini aku ada di tetangga sebelah...

From: HRExcellency_Club@yahoogroups.com [mailto:HRExcellency_Club@yahoogroups.com] On Behalf Of Intan Maria

Wednesday, November 12, 2008

Mencintai Istri

Bagi para suami atau calon suami...
Silahkan dibaca dan dihayati... moga2 bermanfaat.
Sorry kalau sudah pernah dapat...

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia .

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.

Silahkan baca dan dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah perenungan

Buat para suami baca ya..... Istri & calon istri juga boleh...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, USIA yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit, istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas Maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, mereka sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan, ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
Anak2ku......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian..., sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno, merekapun melihat butiran2
kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..., dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2...

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama...dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit!

Email kiriman dari teman, dikirim dari Indonesian Engineering Supervisor