Wednesday, April 8, 2009

Gagal, Siapa Takut?


G A G A L , S I A P A T A K U T ?

"Success is going from failure to failure, without lost of enthusiasm" Winston Churchill"

"Ayo Iwan, bangkit lagi donk sayang ….." kata seorang ibu yang
sedang mengajarkan berjalan kepada putranya yang berusia satu tahun.
Anda pun, saya yakin pernah mengalami proses belajar berjalan
tersebut, hingga hari ini anda bisa berjalan, berlari,
melompat-lompat, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Ingatlah kembali
proses belajar berjalan tersebut, berapa kalikah anda terguling ?
Pasti, puluhan, hingga ratusan kali mungkin. Anda pada waktu masih
kecil, walau otak sadar anda belum bisa berpikir secara logis, tapi
otak bawah sadar anda terus belajar dan belajar, bagaimanakah proses
mulai dari merangkak, berdiri, berjalan langkah demi langkah dari satu
tempat ke tempat lain. Setiap kali anda terguling, otak bawah sadar
anda akan merekam, bahwa terguling itu adalah proses dari cara berdiri
yang salah, sehingga tanpa sadar anda akan mencoba dengan cara yang
lain. Dan, bantuan dari pihak ketiga seperti orang tua anda, akan
semakin mempercepat proses belajar tersebut. Dari kepolosan kita
sebagai seorang anak, dimana kita belum mengerti apa itu gagal dan
sukses, setiap kegagalan akan dianggap sebagai suatu proses untuk
belajar mencari mana yang terbaik.

Saat anda mulai beranjak dewasa, andapun sering mengalami
proses belajar dari kegagalan dalam bentuk yang lain. Ingat pada waktu
anda belajar berenang, atau belajar naik sepeda ? Jarang sekali orang
yang saat belajar berenang tidak pernah kemasukan air di hidungnya,
atau mungkin terjatuh pada waktu belajar naik sepeda pertama kali.
Tapi karena tekad anda begitu besar, akhirnya melalui berbagai proses
jatuh bangun dan sebagainya, anda bisa menjadi seorang yang cukup
mahir berenang atau bersepeda.

Jika melihat dari contoh-contoh yang mungkin pernah kita alami
tadi, sebenarnya kita sudah pernah berkali-kali belajar dari kegagalan
mulai dari kita kecil. Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan hidup
anda saat ini ? Apakah anda masih tetap mempertahankan prinsip belajar
dari kegagalan tersebut dalam setiap bidang kehidupan, ataukah mungkin
kini anda seringkali menyerah, dan anda akan mengeluarkan berbagai
alasan untuk menunjukkan bagaimana hambatan yang ada menghimpit hidup
anda ?

John Maxwell, salah seorang motivator dan filosofis terkenal
dari Amerika, mengatakan dalam bukunya "FALLING FORWARD" bahwa
kegagalan yang terjadi dalam sisi apapun dalam kehidupan manusia,
seringkali dilihat dari sisi yang salah. Padahal jika kita mencoba
melihat dari sisi yang lain, kita bisa mendapatkan banyak manfaat yang
luar biasa. Kesalahan-kesalahan tentang persepsi kegagalan itu menurut
John Maxwell adalah sebagai berikut :

1.Orang menyangka kegagalan itu dapat dihindarkan, padahal tidak
Jarang sekali ada orang yang bisa langsung sempurna melakukan sesuatu
pada kesempatan pertama. Jika anda berharap bisa langsung sempurna
dalam melakukan sesuatu tanpa kegagalan, mungkin anda justru tidak
akan pernah melakukannya. Jadi hadapilah kegagalan itu, dan
pelajarilah untuk lebih baik pada kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya

2.Orang menyangka kegagalan itu suatu peristiwa, padahal bukan
Kegagalan bukan suatu peristiwa, tapi HASIL dari tindakan-tindakan
yang sudah kita lakukan sebelumnya. Ambil sebuah contoh, anda
melakukan suatu presentasi kepada klien, tapi ternyata presentasi anda
ditolak. Bukan berarti anda gagal di presentasinya, tapi mungkin
karena persiapan yang kurang lama, materi yang tidak lengkap, dan
sebagainya.

3.Orang menyangka kegagalan itu obyektif, padahal tidak
Kegagalan itu sifatnya sangat subyektif, bukan obyektif. Bisa saja
menurut anda gagal, tapi tidak menurut orang lain. Respons anda
sendirilah yang bisa menentukan apakah suatu tindakan gagal atau berhasil.

4.Orang menyangka kegagalan itu sebagai musuh, padahal bukan
Jangan menghindari kegagalan, tapi belajarlah dari kegagalan itu untuk
memperbaiki diri. Herbert V. Brocknow bahkan mengatakan bahwa "Orang
yang tak pernah membuat kegagalan, akan diperintah oleh orang yang
pernah membuat kegagalan". Anda akan belajar lebih banyak dari yang
pernah anda pelajari jika mau menganggap kegagalan sebagai `teman'
untuk menjadi lebih baik

5.Orang menyangka kegagalan itu sifatnya final, padahal kegagalan
hanyalah suatu proses menuju sukses
Jika kita pada waktu sekolah tidak naik kelas …..kita merasa dunia
seolah runtuh. Semua nampak kelam dimata kita. Tapi, apakah semuanya
akan habis begitu saja ? Semua tentu tergantung persepsi kita saat
memandangnya. Kita masih punya kesempatan untuk mengulang, untuk
belajar lebih rajin dan tekun. Tidak naik kelas bukan final sifatnya,
tapi suatu peringatan agar kita mau memperbaiki proses belajar kita lagi.

Jadi, bagaimanakah anda sekarang mempersepsikan suatu kegagalan ?
Beranikah anda kini mencoba untuk siap menerima suatu kegagalan, dan
belajar daripadanya ? Selama kita masih terkungkung ketakutan akan
kegagalan, kita akan terus berada dalam level yang sama. Tapi saat
anda berani menerima kegagalan, memperbaiki diri dan berusaha terus,
anda akan menciptakan pertumbuhan untuk meningkatkan level kehidupan
anda.
Sukses selalu !

SONNY VINN
Moderator milis The Acesia (www.the-acesia. tk ), Motivational Speaker
Pengarang buku motivasi best seller "SLAM DUNK For SUCCESS"



Pamer gaya dengan skin baru yang keren.
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru sekarang!

No comments:

Post a Comment